Pemkot Depok Kurang Psikolog, KPAI Gandeng UI Siapkan Psikolog Tuk Siswa Korban Guru Cabul

KPAI memastikan akan menggandeng Universitas Indonesia guna menyediakan psikolog anak mendampingi korban pencabulan

Pemkot Depok Kurang Psikolog, KPAI Gandeng UI Siapkan Psikolog Tuk Siswa Korban Guru Cabul
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Komisioner KPAI bidang pendidikan, Retno Listyarti saat mendatangi Mapolresta Depok, Senin (11/6/2018). 

SEDIKITNYA tenaga psikolog terutama psikolog anak yang dimiliki Pemkot Depok membuat proses pendampingan terhadap 13 siswa laki-laki SDN di Depok yang menjadi korban pencabulan guru lelaki di sekolah itu belum juga berjalan baik.

Karenanya Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memastikan akan menggandeng Universitas Indonesia (UI) guna menyediakan psikolog anak mendampingi dan merehabilitasi 13 siswa korban pencabulan yang trauma.

Hal itu dikatakan Komisioner KPAI bidang pendidikan, Retno Listyarti saat mendatangi Mapolresta Depok, Senin (11/6/2018).

Komisioner KPAI bidang pendidikan, Retno Listyarti saat mendatangi Mapolresta Depok, Senin (11/6/2018).
Komisioner KPAI bidang pendidikan, Retno Listyarti saat mendatangi Mapolresta Depok, Senin (11/6/2018). (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

"Pendampingan psikolog terhadap anak-anak yang menjadi korban ini sangat penting. Kami ingin memutus trauma yang mereka alami, agar ke depan mereka tidak menjadi pelaku," kata Retno.

Karenanya menurut Retno para korban harus secepatnya didampingi oleh psikolog anak.

"Pemkot Depok kekurangan tenaga psikolog untuk lakukan pendampingan pada korban. Bahkan mereka mau memakai psikolog pihak lain, namun orangtua korban harus membayar. Karenanya orang tua korban menolak. Makanya kami akan gandeng UI untuk berikan pendampingan bagi siswa korban," kata Retno.

Kepala Bidang Perlindungan dan Pertumbuhan Anak, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (BPMK) Kota Depok, Yulia Oktavia mengakui bahwa tenaga psikolog yang dimiliki pihaknya terbatas.

"Memang kami akui bahwa kami kekurangan tenaga. Tapi bukan berarti kami tidak mampu menangani masalah ini," katanya saat dikonfirmasi, Senin.

Ketika ditanya rencana KPAI yang akan membantu mengenai masalah psikolog ini, Yulia mengaku belum ada koordinasi dengan KPAI.

"Belum ada koordinasi dengan kami. Kami berharap penanganannya jangan bergantian dan sebagian, karena justru tidak akan maksimal," katanya.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help