Senin, 13 April 2026

Aksi Terorisme

Sam Aliano: Teroris Merampas Agama Kami

Sam menegaskan, kelompok ISIS beserta jaringannya bukan orang Indonesia dan bagian dari agama apa pun.

Penulis: |
TRIBUNNEWS/CHAERUL UMAM
Sam Aliano saat konferensi pers di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (17/5/2018) pagi. 

KETUA Umum DPP Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia Sam Aliano menilai aksi teror di sejumlah daerah di Indonesia tidak dapat diatasnamakan agama.

"Saya sakit. Kami semua malu, sungguh hati sakit dari dalam, karena atas nama Islam. Sungguh seribu kali (sakit), bahkan sejuta kali, bahkan lebih," tutur Sam dalam jumpa pers di Jalan Wahid Hasyim Nomor 159, Jakarta Pusat, Kamis (17/5/2018).

Menurutnya, kelompok ISIS bukan bagian dari Agama Islam. ISIS tidak memiliki sejarah, hanya sebatas kelompok yang dibuat oleh Amerika Serikat bersama sejumlah negara lainnya.

Baca: Bawa Uang Dua Koper, Sam Aliano Naikkan Hadiah Sayembara Tangkap Otak Teroris Jadi Rp 5 Miliar

Namun, belakangan kelompok itu telah menjadi bahaya untuk kemanusiaan dunia. Dia menegaskan, perbuatan yang dilakukan kelompok teroris tersebut telah membuat ribuan, bahkan jutaan orang menderita di seluruh dunia.

"Kami malu dianggap teroris, karena mereka memakai baju, memakai agama kami (Islam). Negara lain melawan Islam gara-gara mereka itu. Mereka merampas agama kami," katanya.

Sam menegaskan, kelompok ISIS beserta jaringannya bukan orang Indonesia dan bagian dari agama apa pun. Dia menuding, anggota kelompok itu hanya mengutip ayat-ayat di kitab suci mengenai perang, sebagai alat melawan sesama manusia.

Baca: Sam Aliano: Saya akan Tutup Kantor YouTube Satu Jam Setelah Dilantik Sebagai Presiden RI

Dia menjelaskan, Agama Islam tidak mengajarkan kekerasan. Bahkan, kata dia, Nabi Muhammad SAW membenci orang menginjak semut atau membunuh semut, apalagi manusia.

Untuk itu, dia mengutuk aksi terorisme tersebut. Sam Aliano mengatasnamakan rakyat Indonesia akan memberikan perlawanan kepada aksi teror itu.

"Saya tidak akan diam. Saya akan melawan di mana pun demi rakyat. Saya membela rakyat, mereka melawan rakyat. Rakyat itu mahkota saya, harga diri saya, kepolisan kebanggaan saya. Saya siap mati membela rakyat," tegasnya. (*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved