Pilpres 2019

Pengamat: Agus Harimurti Yudhoyono Berpotensi Jadi Cawapres Jokowi

Partai Demokrat dapat melobi PDIP untuk mencalonkan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai wakil presiden mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019.

Pengamat: Agus Harimurti Yudhoyono Berpotensi Jadi Cawapres Jokowi
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meluncurkan The Yudhoyono Institute di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2017). The Yudhoyono Institute hadir untuk menyiapkan kader-kader pemimpin masa depan, dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045. Pada 100 tahun kemerdekaannya, Agus berharap Indonesia akan menjadi negara yang aman dan damai, adil dan sejahtera, serta maju dan mendunia. 

WARTA KOTA, JAKARTA - Partai Demokrat dapat melobi PDI Perjuangan untuk mencalonkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai wakil presiden mendampingi Joko Widodo dalam Pilpres 2019, kata pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie.

"Partai Demokrat dapat melobi PDI-P jika mereka mau mengusung AHY. Jika hasil survei dia bagus bisa jadi berpotensi sebagai pendamping Jokowi," ujar Jerry saat dihubungi Antara di Jakarta, Rabu (28/2/2018).

Jerry mengatakan AHY memiliki potensi mewakili pemilih pemula yang cukup besar di Indonesia.

Nama AHY mulai diperhitungkan setelah sejumlah lembaga survei memposisikannya sebagai representasi calon wapres.

"Demokrat dalam hal ini harus intensif melakukan komunikasi dengan Megawati, ada rayuan dan politik persuasif dengan PDI-P," tutur dia.

Menurut dia semua pihak berpeluang memasangkan calonnya mendampingi Jokowi.

Jika Jokowi -AHY memiliki hasil survei yang baik maka aspek probabilitas politik terjadi.

"Politik itu kan anginnya terus berubah," jelasnya.

Lebih jauh Jerry mengatakan selain AHY, nama tokoh muda lain yang memiliki potensi mendampingi Jokowi antara lain Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, politisi PDI-P Puan Maharani, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, serta Anies Baswedan. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help