WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Tanggul Laut Dibangun Bukan Menjadi Alasan karena Ada Dampak Penurunan Muka Tanah

Akan tetapi, pembangunan tanggul dilakukan bukan karena telah terjadi penurunan permukaan tanah di Kalibaru, dan sekitarnya.

Tanggul Laut Dibangun Bukan Menjadi Alasan karena Ada Dampak Penurunan Muka Tanah
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Pengerjaan tanggul yang di sisi Utara Waduk Pluit, kini telah mencapai 59 persen sepanjang 1,4 kilometer dari target 2,3 kilometer. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Panji Baskhara Ramadhan

WARTA KOTA, CILINCING -- Pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), mengatakan, proyek tanggul laut raksasa atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), di Kawasan Kelurahan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, punya fungsi untuk mengendalikan permukaan tanah, serta banjir rob.

Akan tetapi, pembangunan tanggul dilakukan bukan karena telah terjadi penurunan permukaan tanah di Kalibaru, dan sekitarnya.

"Jadi, ini kami rencanakan tujuan tanggul laut itu, bagaimana mengatur terhadap terjadi land subsidence selama ini dan juga rob. Namun ini bukan satu-satunya yang menjawab dampak dari penurunan muka tanah. Jadi, penurunan muka tanah itu, terjadi akibat pengambilan air tanah yang kurang terkendali, kemudian terkait kondisi struktur tanah itu sendiri," papar Teuku Iskandar selaku Kepala BBWSCC, pada Selasa (5/9/2017).

Dikatakan Iskandar, pihak pemerintah saat ini sedang mengupayakan adanya ketersediaan air pada permukaan tanah

"Jadi tidak hanya mengambil air tanah, dengan waktu yang mencukupi juga, air permukaan itu kemudian hari secara otomatis pengambilan kebutuhan air tanahnya itu dihentikan. Kondisi seperti ini masih butuh proses ke depannya ya dan juga target pengerjaan tanggul Kalibaru ini pada Juni 2018 mendatang," jelasnya.

Ditambahkan Iskandar, proyek pembangunan tanggul di wilayah lainnya, dibangun tak mirip persis seperti tanggul Kalibaru, yang memiliki joghing track dan sarana umum lainnya.

"Ya Tergantung fungsi pesisirnya. Contoh nya di daerah Tanjung Priok mungkin beda, yang di daerah Ancol akan beda juga karena itu adalah pantai. Nanti disesuaikan dulu dengan tanggul wisata. Kalau untuk kondisi seperti ini ya untuk pemukiman tak ada pelabuhan ataupun wisata yang tipikalnya seperti ini (Seperti Tanggul di Kalibaru)," papar Iskandar kembali.

Iskandar melanjutkan, pengerjaan proyek pada tanggul laut di Kalibaru, juga ikut bekerjasama dengan pihak perusahaan swasta.

Tetapi, saat ini pihak perusahaan tersebut belum dilakukan pembangunan apapun.

"Waktu diputuskan kami mulai bangun tanggul laut itu 2014-2015, itu ada kesepakatan antara pihak bahwa pemerintah mengalokasikan dari total panjang tanggul laut sekarang 25 persen itu, saat ini dilaksanakan oleh pemerintah. Lalu 75 persen sisanya oleh swasta. Dari swasta itu nanti siapa yang menjadi koordinator program adalah melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Hal seperti ini belum ada tertulisnya, baru hasil rapat beberapa waktu yang lalu, terhadap kondisi rencana, daripada tanggungjawabnya masing-masing," jelasnya. (*)

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help