Masih Ada Nelayan yang Tak Tahu Pelayanan Perizinan Dokumen Kapal 3 In 1

Dengan adanya sistem pelayanan kepengurusan dokumen kapal ikan ini, mempermudah semua nelayan mengurusi administrasi kapalnya.

Masih Ada Nelayan yang Tak Tahu Pelayanan Perizinan Dokumen Kapal 3 In 1
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Sejumlah nelayan serius mendengarkan arahan Kepala Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan DKI Jakarta, Darjamuni, saat launching pelayanan dokumen kapal penangkap ikan kecil dan perizinan terintegrasi (3 in 1), di Ruang Rapat Bersama di Lantai 11 Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (4/8/2017). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Panji Baskhara Ramadhan

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK -- Seorang nelayan ikan kecil tradisional di Kawasan Muara Angke Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Bahar (39), mengakui tidak tahu menahu soal adanya sistem pelayanan baru dari jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yaitu pelayanan perizinan dokumen kapal ikan kecil serta dokumen terintegrasi 3 in 1, yang diurus di Pelayanan Teroadu Satu Pintu (PTSP).

"Yang urusin soal dokumen kapal biasanya sih bos saya atau nakhoda kapalnya pak. Perihal mengurus perizinan di PTSP Kelurahan hingga Kecamatan, saya juga baru tahu. Kan biasanya juga di Kantor Dinas KPKP Pelabuhan Nizam Zachman Muara Baru. Itu lama, bisa berbulan-bulan. Paling cepat sebulan, paling lama enam bulanan. Pernah sampai tak melaut berbulan-bukan karena di Buku Kapal Perikanan (BKP), dan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI), serta Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI)-nya bermasalah," terangnya, Jumat (4/8/2017).

Dikatakan pria yang sudah dikaruniai dua anak ini juga mengaku kaget, apabila kepengurusan dokumen kapal ikan skala kecil, bisa rampung kurang dari seminggu.

"Wah kalau itu saya tidak tahu ya. Yang pasti, pernah saya bantu bos saya urusin dokumen kapal itu bisa berbulan-bulan. Namun, jikalau saat ini kurang dari seminggu dua minggu ya bagus sekali. Meringankan beban nelayan di Jakarta Utara pak. Ya pokoknya jika terdapat dokumen yang bermasalah, enggak jalan pak. Nelayan enggak nangkap ikan. Nganggur saja di pelabuhan," ungkapnya kembali.

Sementara salah seorang nelayan ikan skala kecil yang hadir di launching sistem pelayanan dokumen kapal penangkap ikan kecil dan juga perizinan terintegrasi 3 in 1 di Ruang Rapat Bersama Lantai 11 Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Mahmudin (30) mengakui apresiasi program pemerintah tersebut.

Menurutnya, dengan adanya sistem pelayanan kepengurusan dokumen kapal ikan ini, mempermudah semua nelayan mengurusi administrasi kapalnya.

"Kadang teman saya seprofesi numpang kapal saya buat nyari ikan, karena dokumen kapal si teman saya ini bermasalah terus. Tak selesai-selesai. Sekarang, katanya kepengurusan buat dokumen kapal dipermudah. Petugas ngurusin dokumen katanya datang ke pelabuhan. Nanti, disana tinggal urus dokumen kapalnya. Makan waktu dua minggu kalau ngurusin ini dokumen kapal, biasanya empat bulanan," terangnya.

Mahmudin yang merupakan nelayan Kawasan Kalibaru, mengakui beruntung lantaran jajaran pemerintah akan membuka gerai pelayanan dokumen kapal di Kawasan Marunda, Cilincing dan Kalibaru, Cilincing.

Ia mengatakan, dirinya pun yang baru saja mengurus perizina SIPI via sistem pelayanan 3 in 1 sudah selesai.

"Baru sekarang selesai urus SIPI-nya. Saya jadi tenang kalau melaut pak. Kadang kalau dirazia kapalnya, takut ditahan SIPI-nya dan tak boleh melaut karena SIPI-nya kadaluarsa. Sekarang aih sudah beres," katanya. (*)

Penulis: Panji Baskhara Ramadhan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help