WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Macet, Simpang Pancoran dari Arah Semanggi Direkayasa

"Rekayasa ini dilakukan guna mengurai kemacetan di simpang Pancoran karena proyek pembangunan proyek flyover dan padatnya lalulintas dari arah barat,"

Macet, Simpang Pancoran dari Arah Semanggi Direkayasa
Warta Kota/Vini Rizki Amelia
Jelang perempatan lampu merah Kuningan dari arah Pancoran terpantau padat, Jumat (12/9) pukul 08.14. 

WARTA KOTA, PANCORAN -- Padatnya lalulintas sepanjang hari, ditambah dengan proyek pembangunan flyover serta pembangunan jalur kereta cepat, Light Rapid Transit (LRT) menyebabkan simpang Pancoran kerap kali terpapar kemacetan.

Mengurai antrean, pihak Kepolisian pun memberlakukan rekayasa lalulintas di Simpang Tugu Dirgantara itu mulai Jumat (4/8) hingga seterusnya. 

"Rekayasa ini dilakukan guna mengurai kemacetan di simpang Pancoran karena proyek pembangunan proyek flyover dan padatnya lalulintas dari arah barat (Semanggi)," ungkap Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto kepada wartawan di Satgatur Polda Metro Jaya, Pancoran, Jakarta Selatan pada Jumat (4/8). 

Diungkapkannya, rekayasa lalulintas tersebut dibelakang mulai dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB.

Arus lalu lintas dari arah barat Jalan Gatot Subroto atau Semanggi dialihkan ke Jalan Supomo atau arah Tebet dan berputar arah di putaran depan pemadam kebakaran, untuk selanjutnya dialihkan ke timur atau Cawang.

Hal serupa pun diberlakukan bagi arus lalu lintas yang keluar tol menuju Pancoran.

Sedangkan, arus lalu lintas keluar tol menuju arah barat, dibiarkan mengalir normal.

Begitu pula untuk arus lalu lintas dari timur menuju utara, selatan dan timur.

"Untuk arus lalu lintas dari selatan atau Kalibata diberlakukan normal. Rekayasa ini diharapkan dapat mengurai kemacetan dari arah timur dan dari arah selatan, sehingga keluar Tol Bukopin yang ditutup, kembali bisa dibuka," jelasnya.

Terkait tenggat waktu rekayasa, dirinya mengaku belum dapat memastikan.

"Tergantung evaluasi, namun besar harapan dapat mengurangi beban arus lalin keluar Tol Tegal Parang yang sampai sekarang masih dilakukannya pembangunan jalan," imbuhnya. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help