WartaKota/

Waw SN Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi e-KTP karena di Dakwaan Nikmati Rp 574 Miliar

SN disebut terlibat dalam kasus korupsi e-KTP. SN diberi jatah Rp 574 miliar dari total nilai pengadaan e-KTP.

Waw SN Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi e-KTP karena di Dakwaan Nikmati Rp 574 Miliar
Kompas.com
KPK umumkan SN sebagai tersangka koruptor e-KTP/ 

WARTA KOTA, PALMERAH -- SN disebut terlibat dalam kasus korupsi e-KTP.

SN diberi jatah Rp 574 miliar dari total nilai pengadaan e-KTP.

SN diduga menjadi pendorong disetujuinya anggaran proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun.

Hal itu terungkap dalam surat dakwaan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap dua terdakwa mantan pejabat di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto.

"SN dan Andi Agustinus alias Andi Narogong mendapat bagian sebesar 11 persen, atau sejumlah Rp 574,2 miliar," ujar jaksa KPK di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Pada Februari 2010, setelah rapat pembahasan anggaran, Irman dan Ketua Komisi II DPR, Burhanudin Napitupulu, membicarakan soal bagi-bagi fee bagi anggota DPR.

Tujuannya, agar usulan anggaran yang diminta Kemendagri disetujui oleh Komisi II DPR.

Pada pertemuan berikutnya, Irman kembali menemui Burhanudin dan disepakati bahwa pemberian fee untuk anggota Komisi II akan diselesaikan oleh Andi Agustinus, alias Andi Narogong, pengusaha yang biasa menjadi rekanan Kemendagri.

Selanjutnya, Andi dan Irman sepakat untuk menemui SN, selaku Ketua Fraksi Partai Golkar saat itu, untuk mendapatkan kepastian dukungan Partai Golkar dalam penentuan anggaran e-KTP.

SN kemudian menyatakan dukungannya terkait pengajuan anggaran proyek e-KTP.

Halaman
12
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help