Retribusi Sampah Kawasan Komersil Rp 2,2 Miliar

Tahun ini pihaknya juga mendapatkan 31 unit armada pengelolaan sampah, sehingga jumlah kendaraan menjadi 283 unit.

Retribusi Sampah Kawasan Komersil Rp 2,2 Miliar
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
ILUSTRASI - Uang pecahan baru. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

WARTAKOTA, KEBAYORANBARU - Kepala Suku Dinas Kebersihan Kota Jakarta Selatan, Syarifudin, mengatakan, dalam sehari sepanjang tahun 2016 pihaknya rata-rata mengangkut sekitar 1.200 ton yang diangkut dengan menggunakan 252 truk.

Sampah tersebut termasuk sampah yang berasal dari produksi sampah kawasan komersial, seperti perkantoran, restoran, hotel, dan lain-lain yang belum mampu mengelola sampah secara mandiri.

Terkait dengan hal tersebut, sepanjang Januari hingga November 2016, Pemerintah Kota Jakarta Selatan menerima Rp 2,2 miliar dari retribusi sampah sektor komersial.

"Sudin Kebersihan pada tahun 2016 telah ikut menyumbang kurang lebih Rp 2,2 miliar melalui retribusi sampah yang dikenakan kepada para wajib retribusi selain rumah tinggal," ujar Syarifudin dalam paparan kinerja 2016 di Kantor Walikota Jakarta Selatan, Selasa (20/12).

Syarifudin melanjutkan, tahun ini pihaknya juga berhasil mengurangi subsidi pelayanan kebersihan lingkungan menyusul lahirnya 34 pengelola sampah kawasan mandiri, sesuai Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta No 8 Tahun 2016 tentang Penerapan Pengelolaan Sampah Kawasan Secara Mandiri.

Dia mengungkapkan, tahun ini pihaknya juga mendapatkan 31 unit armada pengelolaan sampah, sehingga jumlah kendaraan menjadi 283 unit.

Sampah liar

Sementara itu, kata Syarifudin, terkait masih banyaknya laporan tumpukan sampah liar di beberapa wilayah di Jakarta Selatan, seperti di wilayah Pasar Minggu, dia mengatakan bahwa waktu pengambilan sampah sudah diatur sedemikian rupa.

"Kita sudah punya sistem pengangkutan yang jelas dalam jam buang dan jam angkut. Memang terlihat seperti tumpukan sampah, tapi pada jam tertentu kita angkut, kita sudah punya TPS, ada yang jam 12 malem menumpuk tapi jam 3 selesai," bilangnya.

Selain itu, kata Syarifudin, luas dipo sampah di Pasar Minggu memang tak sebanding dengan produksi sampah. Karena itu, pihaknya akan mencari lahan baru untuk TPS.

"Paling tidak sebaran sampah bisa dibagi ke dipo lainnya. Kita sudah punya garbage compactor (alat pemadat sampah) terbaru 20 unit, nanti pada jalur tertentu kita juga akan sapu sampah dengan road sweeper," kata dia.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help