Pilkada DKI Jakarta

Agus Yudhoyono : Jika Pengrajin Tempe Mandiri, Harganya Tidak Lagi Mahal

Blusukan Calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti kembali dilanjutkan dengan menyambangi salah satu rumah produksi tempe di Utan Kayu, Senin.

Agus Yudhoyono : Jika Pengrajin Tempe Mandiri, Harganya Tidak Lagi Mahal
Warta Kota/Panji Baskhara Ramadhan
Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta periode 2017-2022, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY melaksanakan safari kampanyenya, di Jalan Bahari III A4, RT 004/001, Kelurahan Tanjung Priok, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (15/11). 

WARTA KOTA, KEMAYORAN - Blusukan Calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono kembali dilanjutkan. Kali ini, dirinya bersama relawan menyambangi salah satu rumah produksi tempe di kawasan Utan Kayu, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin (28/11/2016).

Mengaku pertama kali menjejakan kaki di pabrik pembuatan tempe, pria yang akrab disapa mas Agus itu terlihat antusias berkeliling dan mengamati proses pembuatan tempe secara langsung.

Bukan hanya itu, sejumlah aspirasi serta keluhan para pengrajin tempe pun dicatatnya satu per satu.

Baca: Bawaslu: Agus-Sylvi Paling Banyak Melanggar

Permintaan itu seperti yang disampaikan Muchlis, pengrajin tempe setempat.

Dirinya berharap Pemprov DKI Jakarta dapat memberikan bantuan permodalan apabila Agus dan pasangannya, Sylviana Murni terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 mendatang.

Selain pinjaman modal, para pengrajin dikatakannya sangat memerlukan bantuan peralatan produksi tempe seperti mesin pengupas kulit dan pencacah kedelai yang kini harganya sangat mahal.

"Tapi pak, yang terpenting itu soal harga kedelai, pengrajin tempe di mana pun keberatan harga kedelai impor itu naik terus. Kami ingin harga kedelai stabil, supaya harga jual tempe juga nggak naik," ungkapnya kepada Agus.

Mendengar permintaan Muchlis, Agus berjanji akan segera mengabulkan permintaan mereka, terutama soal bantuan modal.

Baca: SBY Bicara Soal Pemenangan Agus-Sylvi Dari Cikeas

Pasalnya, permintaan pengrajin tersebut sejalan dengan program kerja yang diusungnya, yakni program dana bergulir kepada pelaku usaha yang besarannya mencapai Rp 50 juta per unit usaha.

"Bantuan modal akan diberikan, stabilitas sembako juga akan dijaga. Jadi intinya itu hanya satu, jika pengrajin tempe mandiri, harganya tidak lagi mahal," jelasnya.

Bukan hanya sebagai langkah stabilitas harga, bantuan tersebut juga katanya berfungsi sebagai pembuka lapangan kerja.

Sehingga, apabila unit usaha masyarakat tercipta dan mandiri, secara langsung dapat menjaring tenaga kerja, jumlah pengangguran pun akan menyurut.

"Dengan dikembangkannya usaha tempe ini, dapat menyerap tenaga kerja lebih. Sangat rasional juga jika ada bantuan berupa mesin-mesin, selain modal usaha tadi," tutupnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved