Kamis, 14 Mei 2026

Koran Warta Kota

Intel Pantau Tempat Ibadah

Jumlah tempat ibadah di Ibu Kota Jakarta terlalu banyak, sehingga jajaran Polda Metro Jaya hanya akan menerjunkan intel untuk antisipasi teror bom

Tayang:
Warta Kota
Cover berita halaman utama Harian Warta Kota Edisi Senin 14 November 2016 berjudul Intel Pantau Tempat Ibadah. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Aksi teror bom yang terjadi di Gereja Oikumene di Samarinda, Kalimantan Timur. Minggu (13/11) sekitar pukul 10.00 WITA, juga berdampak di DKI Jakarta.

Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya langsung meningkatkan kewaspadaan.

Namun, personel kepolisian tidak disiagakan secara fisik di tempat-tempat ibadah di Jakarta.

Alasannya, jumlah tempat ibadah di Ibu Kota Jakarta terlalu banyak, sehingga jajaran Polda Metro Jaya hanya akan menerjunkan intel untuk antisipasi teror bom yang akan terjadi.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono menuturkan bahwa sesuai arahan Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochamad Iriawan bahwa seluruh jajaran harus meningkatkan kewapadaan, baik ancaman teror maupun tindakan kriminal jalanan.

Caranya adalah dengan melakukan operasi cipta kondisi (cipkon) dan peningkatan keamanan di setiap wilayah.

"Kita tidak berikan pengamanan khusus di tempat ibadah karena terlalu banyak jumlahnya. Namun, kami punya intel yang akan bekerja setiap saat," kata Awi saat dihubungi Warta Kota di Semanggi, Jakarta Selatan, Minggu (13/11).

Presiden Joko Widodo sendiri memerintahkan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk mengusut insiden ledakan diduga bom di Samarinda, Kalimantan Timur.

"Tadi (kemarin--Red) saya sudah mendapat laporan dari Kapolri, saya sudah perintahkan Kapolri untuk segera ditangani," kata Jokowi usai silaturahmi dengan peserta Rapat Pimpinan Nasional Partai Amanat Nasional di Hotel Bidakara, Jakarta, Minggu.

Presiden Jokowi memerintahkan hukum harus ditegakkan secara tegas dan pelakunya diusut sampai tuntas.

Seperti diberitakan, sebuah ledakan diduga bom terjadi di depan Gereja Oikumene di Jalan Dr Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir RT 003 Nomor 32, Minggu (13/11) sekitar pukul 10.00 WITA.

Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, namun empat anak mengalami luka bakar cukup parah.

Ledakan itu diduga berasal dari sebuah tas berisi bom molotov yang dilempar pelaku yang kini sudah diamankan di Markas Kepolisian Resor Kota Samarinda.

Kombes Awi mengatakan bahwa teror bom di Samarinda sudah dipantau aparat Polda Metro Jaya, sehingga untuk di Ibu Kota Jakarta sendiri diperkirakan akan tetap aman.

"Saya rasa tidak akan terjadi (teror bom terhadap rumah ibadah) di Jakarta. Kami sudah pantau yang di Samarinda. Dan sesuai instruksi Kapolda untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya," ucapnya. (bin/Antara/Kompas.com/Tribun Kaltim)

Selengkapnya, Baca di Harian Warta Kota Edisi Senin 14 November 2016

Add Friend

Sumber: WartaKota
Halaman
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved