Jumat, 1 Mei 2026

Influenza pada Penderita Asma

Banyak obat asma yang efektif yang dapat digunakan untuk terapi ataupun pencegahan asma.

Tayang:

Oleh dr Samsuridjal Djauzi

WARTA KOTA, PALMERAH - Anak laki-laki saya (16 tahun) menderita asma sejak kecil, tetapi dalam tiga tahun ini serangan asmanya jauh berkurang. Tahun ini dia mengalami dua kali serangan yang berhasil diatasi dengan cara meningkatkan dosis obat hirup.

Dua minggu lalu, dia mendapat serangan influenza dengan gejala yang berat dan lama. Demamnya tinggi, pegal-pegal seluruh badan, dan batuk pilek yang berat. Kami membawanya ke dokter. Obat dokter mengurangi gejala demam, tetapi batuknya berkepanjangan. Akhirnya dokter meminta dilakukan foto rontgen dada. Hasilnya, anak saya terkena pneumonia. Dokter memberi antibiotik yang kuat dan berpesan jika tidak membaik dalam tiga hari anak saya harus dirawat.

Sementara itu, asmanya ikut kumat. Napasnya mulai berbunyi dan dia sukar tidur sehingga saya membawanya ke instalasi gawat darurat. Baru kali ini serangan asmanya menjadi berat seperti waktu anak-anak dulu.

Apakah influenza dapat mencetuskan serangan asma? Kenapa influenza pada anak saya menjadi berat, apakah karena dia penderita asma? Bagaimana cara mencegah serangan asma? Betulkah influenza dapat dicegah dengan imunisasi? Jika benar, apakah yang harus diimunisasi hanya anak saya saja atau seluruh keluarga mengingat influenza mudah sekali menular. Terima kasih atas penjelasan dokter.

M di J

Banyak obat asma yang efektif yang dapat digunakan untuk terapi ataupun pencegahan asma. Obat asma bentuk hirupan juga mudah dipakai dan dapat dibawa ke mana-mana. Pada umumnya, serangan asma dapat diatasi baik di tempat praktik maupun di instalasi gawat darurat rumah sakit.

Influenza juga merupakan penyakit yang sering kita jumpai. Sebagian gejala batuk, pilek, demam yang terdapat di masyarakat disebabkan virus influenza. Meski demikian, tidak semua batuk pilek dan demam disebabkan oleh virus influenza. Menurut penelitian Kementerian Kesehatan, hanya sekitar 20 persen gejala batuk pilek demam yang ada di masyarakat disebabkan oleh virus influenza. Penyebab lainnya adalah rhinovirus, bakteri, dan lain-lain.

Influenza memang menimbulkan gejala yang cukup mengganggu. Namun, penyakit ini biasanya dicegah dengan istirahat cukup, dan diobati dengan obat penghilang gejala, akan sembuh sendiri.

Memang ada kelompok yang berisiko mengalami komplikasi jika terkena influenza. Kelompok tersebut adalah anak-anak, orang berusia lanjut, serta penderita penyakit kronik, seperti penyakit diabetes melitus, penyakit jantung kronik, gagal ginjal kronik, asma, dan penyakit paru obstruktif menahun. Penderita penyakit tersebut berpotensi mengalami komplikasi pneumonia jika terkena influenza. Rupanya anak Anda ketika mengalami influenza kali ini disertai oleh komplikasi pneumonia karena dia merupakan penderita asma. Influenza juga memang dapat mencetuskan serangan asma.

Alergi debu dan kelelahan
Selain influenza, serangan asma juga dapat dicetuskan oleh alergi (misalnya paparan debu rumah), kelelahan, obat (obat yang tergolong penyekat beta yang digunakan penderita darah tinggi), dan infeksi saluran napas termasuk influenza. Jadi untuk mencegah serangan asma, faktor-faktor pencetus tersebut perlu dihindari.

Kamar Anda perlu bersih dari debu rumah. Tidaklah mudah menjadikan kamar tidur bebas debu rumah, tetapi kita dapat mengusahakan agar kamar sedikit mungkin mengandung debu rumah. Kita dapat mengurangi debu rumah dengan cara membereskan buku, pakaian, dan karpet. Buku jangan dibiarkan berserakan dan pakaian jangan digantung tetapi dimasukkan ke dalam lemari. Karpet harus sering diisap debunya, akan lebih baik lagi jika di rumah tidak ada karpet. Seprai harus sering diganti. Karena kita cukup lama berada di kamar tidur setiap hari, dan jika di kamar tidur banyak debu beterbangan, kita akan terpapar debu rumah selama di kamar tidur.

Kelelahan juga dapat mencetuskan serangan asma. Namun, itu tidak berarti bahwa anak Anda tidak boleh berolahraga. Untuk mengurangi risiko serangan asma sebelum berolahraga, sebaiknya dia menggunakan obat hirup asma. Adapun penularan infeksi saluran napas, termasuk influenza, juga perlu dicegah dengan menghindari orang yang sedang menderita infeksi saluran napas. Untuk influenza memang tersedia vaksin influenza yang dapat menurunkan risiko penularan influenza. Imunisasi influenza dilakukan setahun sekali.

Sesuai dengan anjuran pakar, memang sekarang ini tidak hanya kelompok yang berisiko terkena komplikasi yang harus diimunisasi. Imunisasi influenza dianjurkan juga kepada orang yang sehat yang kekebalan tubuhnya baik. Meski risiko terkena komplikasi pneumonia kecil, menurut perhitungan ekonomis, imunisasi influenza dapat menghemat pengeluaran untuk terapi influenza dan menghindari kehilangan pemasukan karena istirahat disebabkan influenza. Jadi, ada baiknya Anda sekeluarga membiasakan diri menjalani imunisasi influenza.

Dewasa ini, para pakar kesehatan berusaha agar penderita asma dapat menjalani kehidupan seperti halnya orang yang tidak menderita asma. Jika semula siswa yang menderita asma tidak diikutkan dalam mata ajaran olahraga, sekarang dia dapat mengikuti kegiatan olahraga seperti teman-temannya. Bahkan, ada penderita asma yang berhasil menjadi juara renang olimpiade.

Sumber: KOMPAS
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved