Pasanggrahan Kotanopan Tempat Soekarno Persatukan Rakyat Sumatera

Soekarno berdiri di tangga rumah peninggalan Belanda yang dibangun pada 1930. Rumah itu kini menjadi Pasanggrahan Kotanopan.

|

Jakarta, Wartakotalive.com

Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, tak hanya menjadi kota lintasan Padang-Medan. Kotanopan juga merupakan kota bersejarah dan kota perjuangan.

Di kota setingkat kecamatan inilah Presiden Soekarno mengadakan rapat akbar pada 16 Juni 1945. Dia menyosialisasikan kemerdekaan dan mengajak warga Sumatera untuk mempertahankan kemerdekaan.

Soekarno berdiri di tangga rumah peninggalan Belanda yang dibangun pada 1930. Rumah itu kini menjadi Pasanggrahan Kotanopan, tempat menginap peserta Jelajah Sepeda Sabang Padang (JSSP), Selasa (10/9/2013).

"Waktu itu, kamar menginap Bung Karno sekarang menjadi kamar no satu," ujar Supardi, pengelola Pasanggrahan (Wisma) Kotanopan, milik Pemprov Sumatera Utara. Supardi adalah pegawai negeri sipil (PNS) Pemprov Sumut yang sejak 1986 mengelola Pasanggrahan Kotanopan.

Foto Bung Karno saat berpidato di tangga wisma itu dipasang di atas pintu masuk ke ruang tengah. Di bawah foto itu tertulis "Presiden Soekarno berdiri di tangga Pesanggrahan Kotanopan ketika berpidato pada rapat raksasa di Kotanopan 16 Juni 1948."

Di kamar nomor satu itu terdapat terowongan yang membujur dari wisma hingga perbukitan sejauh 7 km.

Menurut Supardi, dulu terowongan itu pernah digali. "Tapi kemudian dihentikan karena kami khawatir terjadi sesuatu," katanya.

Masrullah Nasution, polisi yang bertugas di Polsek Kotanopan, menambahkan ia pernah melihat terowongan tersebut. "Terowongan ini dulunya untuk sarana menyelamatkan diri Belanda jika diserang," ujarnya.

Di depan Pasanggrahan Kotanopan juga terdapat tugu Perintis Kemerdekaan Indonesia yang diresmikan pada Jumat 4 November 1988 oleh Gubernur Sumatera Utara Raja Inal Siregar.

Di empat sisi tugu itu terdapat batu marmer yang bertuliskan naskah proklamasi, naskah pembukaan UUD 1945, serta informasi pembangunan dan peresmian.

Tugu itu semakin menunjukkan Kotanopan adalah kota bersejarah dan kota perjuangan. "Dulu Kotanopan jadi basis Belanda juga, selain Padangsidimpuan. Ini seperti Karesidenan," ujar Masrullah.

Dia menambahkan kehadiran Soekarno di Kotanopan pada Juni 1948 untuk menenangkan gejolak dan mempersatukan rakyat di Sumatera yang ingin merdeka sendiri.

Pengamatan Wartakotalive.com, Pasanggrahan Kotanopan cukup bagus dan enak untuk istirahat. Temperatur udara relatif sejuk sehingga 11 kamar yang ada tidak dilengkapi pendingin udara (AC). Tiga kamar sedang diperbaiki, sehingga peserta JSSP menyiapkan tidur di teras atau di lantai dengan sleeping bag. Kamar Soekarno tetap disewakan kepada masyarakat umum, termasuk peserta JSSP.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved