TOPIK
Pembunuhan Angeline
-
Satu per satu cerita kekejaman orangtua angkat Angeline, Margriet, mulai terungkap. Sedikitnya ada 11 jenis kekerasan yang dilakukan.
-
Lantaran keterangan tersangka Agustinus Tae atau Agus serta tersangka Margriet, ibu angkat Angeline kerap bertolak belakang.
-
Agak terkilir kakinya, mungkin kurang konsentrasi, kurang fokus pada jalan
-
Pengacara meragukan, Agus Tai tak mungkin meninggalkan barang bukti yang terkait dirinya di jenazah Engeline
-
Tiga saksi kasus penelantaran anak dengan korban Engeline dan tersangka Margriet menyaksikan rekonstruksi adegan pemukulan Engeline.
-
Komnas Perlindungan Anak akan membuat monumen bagi Engeline di Bali sebagai kenangan sekaligus lambang perlawanan terhadap kekerasan anak.
-
Dua anak kandung Margriet Megawe, Yvonne Caroline Megawe dan Christina Telly Megawe, belum boleh menemui ibunya yang ditahan di Mapolda Bali.
-
Kakak angkat Engeline, Yvonne Caroline Megawe dicecar sekitar 25 pertanyaan di Mapolresta Denpasar.
-
Dilarang bertemu ibunya, Margriet, kakak angkat Engeline mengaku kecewa. Dua kakak angkat Engeline, Yvonne dan Christina ternyata tidak diizinkan.
-
Kakak angkat Engeline (Angeline), Yvonne Caroline Megawe, menjalani pemeriksaan sebagai saksi pembunuhan Engeline.
-
Sejumlah ruangan pun kembali diperiksa oleh Tim Inafis Mabes Polri.
-
Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengaku tak gentar menghadapi siapa pun pengacara yang mendampingi Margriet
-
Tersangka pembunuh Engeline yakni Agustinus Tai mengeluarkan pernyataan berbeda yaitu bahwa pembunuh Engeline adalah perempuan berinisial M.
-
Tiga saksi kasus penelantaran anak memberatkan tersangka Margriet, ibu angkat Engeline (8). Kenapa?
-
Pengacara Hotma Sitompoel membantah pemberitaan yang menyatakan bahwa jika Engeline meninggal, hak warisnya jatuh ke tangan Margriet.
-
P2TP2A Denpasar membawa tiga saksi baru untuk dihadirkan dalam kasus penelantaran anak dengan tersangka Margriet Megawe dan korbannya, Engeline.
-
Kompolnas telah meminta klarifikasi mengenai informasi adanya dugaan polisi yang menerima suap terkait kasus pembunuhan Engeline.
-
Seorang saksi mengatakan bahwa Margriet tahu soal pembunuhan Engeline oleh Agus.
-
Menurut kakak Margriet, Hans Megawe, Angeline sangat disayang keluarga. Keluarga membantah Margriet ada di belakang kematian Angeline.
-
Dua kakak angkat Angeline, Yvonne Caroline Megawe dan Christina Telly Megawe, akan diperiksa sebagai saksi
-
Nama sebenarnya Angeline diungkap oleh ibu angkatnya, Margriet Christina Megawe dan pihak SDN 12 Sanur di mana bocah itu sekolah.
-
Margreit lahir sebagai anak keempat dari sembilan bersaudara. Kedua orangtuanya, Yohanes Paulus Megawe Engelia Sumilat, berasal dari Talaud, Sulawesi
-
Jenazah Angeline akhirnya tiba di tanah kelahirannya di Wadung Pal Desa Tulungrejo, Glenmore, Banyuwangi, Selasa (16/6/2015) pukul 19.20
-
Jenazah Angeline akhirnya tiba di rumah orangtua kandungnya di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (16/6/2015) malam.
-
Selama dipenjara, Agus Tay Hamba May (25), pembunuh bocah Angeline, mengaku ketakutan dan dihantui rasa bersalah.
-
Jenazah Angeline akhirnya diberangkatkan pukul 15.45 Wita dari ruang jenazah RSUP Sanglah Denpasar, Selasa (16/6/2015).
-
Sesuai rencana, Selasa (16/6/2015) ini jenazah bocah kecil korban pembunuhan, Angeline, dipulangkan ke Banyuwangi.
-
Yvonne anak kandung Margriet tinggal di vila seharga Rp 2 miliar di Bali.
-
Tersangka pembunuhan terhadap Angeline (8) masih satu orang, yakni Agustinus Tae yang adalah satpam di kediaman Angeline di Denpasar, Bali.
-
Amar, kakak kandung Hamidah ibu kandung Angeline, mengaku kecewa atas penundaan pemulangan jenazah keponakannya ke Banyuwangi.