Berita Tangerang
PLN Hadirkan Layanan Home Charging, Pengajuan Bisa Diakses Lewat PLN Mobile
PLN hadirkan layanan home charging lewat PLN Mobile, pengisian kendaraan listrik kini bisa dilakukan langsung dari rumah.
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Dwi Rizki
Ringkasan Berita:
- PT PLN menghadirkan layanan home charging untuk memudahkan pengguna kendaraan listrik mengisi daya di rumah tanpa perlu datang ke kantor PLN.
- Pengajuan layanan kini dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi PLN Mobile, termasuk pemilihan lokasi dan paket instalasi.
- Tarif pengisian lebih hemat, sekitar Rp1.700 per kWh, dengan potongan tambahan pada malam hari.
WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia terus diikuti dengan kebutuhan infrastruktur pengisian daya yang semakin mudah dijangkau masyarakat.
Menjawab kebutuhan tersebut, PT PLN menghadirkan layanan home charging bagi pengguna kendaraan listrik agar proses pengisian daya dapat dilakukan langsung dari rumah.
Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Teluknaga, Wardi Hadi, mengatakan masyarakat kini tidak perlu lagi datang ke kantor PLN untuk mengajukan pemasangan home charging.
Seluruh proses pengajuan dapat dilakukan secara digital melalui aplikasi PLN Mobile.
"Jadi home charging itu fitur yang disediakan bagi masyarakat yang ingin memasang wall charging di rumah. Pengajuannya bisa lewat PLN Mobile, jadi tidak perlu datang ke kantor PLN," ujar Wardi kepada awak media, Kamis (14/5/2026).
Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat menentukan lokasi pemasangan sekaligus memilih layanan yang dibutuhkan.
PLN juga menyediakan fasilitas bundling berupa paket lengkap pemasangan home charging hingga instalasi kWh meter khusus.
Baca juga: SPKLU Center PIK 2 Kombinasikan Teknologi Ultra Fast Charging dengan Suasana Pantai Aloha
Dengan skema tersebut, pelanggan hanya perlu mengajukan permohonan, sementara seluruh proses teknis akan ditangani oleh PLN hingga fasilitas siap digunakan untuk mengisi daya kendaraan listrik.
Menurut Wardi, penggunaan home charging juga menawarkan keuntungan dari sisi biaya. Tarif pengisian daya di rumah dinilai lebih ekonomis dibandingkan pengisian di tempat umum.
Dia menjelaskan tarif home charging berada di kisaran Rp1.700 per kwh. Bahkan pengguna masih bisa mendapatkan potongan harga tambahan apabila melakukan pengisian daya pada malam hari.
"Kalau pengisian dilakukan sekitar pukul 22.00 sampai dini hari, ada diskon lagi. Jadi saat pemilik kendaraan sudah beristirahat, mobil tinggal dicas dan pagi harinya sudah siap digunakan kembali," katanya.
Dari sisi keamanan, PLN memastikan sistem home charging telah memenuhi standar kelistrikan yang berlaku. Instalasi home charging menggunakan kWh meter terpisah dari instalasi listrik rumah tangga biasa agar penggunaannya lebih aman dan sesuai peruntukan.
"Secara keamanan sama seperti listrik rumah biasa. Hanya memang home charging menggunakan kWh meter berbeda, jadi tidak dicampur dengan instalasi rumah tangga," jelasnya.
Wardi menilai penggunaan home charging sangat cocok bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah Jabodetabek. Selain biaya yang lebih murah jika dibanding menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM), penggunaan kendaraan listrik juga menunjukan kepedulian setiap individu terhadap alam lantaran ramah lingkungan.
Mobilitas tinggi warga yang tinggal di sekitar Ibu Kota DKI Jakarta dimudahkan dengan fasilitas SPKLU yang terus bertambah mulai dari pusat perbelanjaan, pusat pemerintahan hingga tempat wisata.
Sementara untuk perjalanan jarak jauh, pengguna kendaraan listrik bisa memanfaatkan fasilitas SPKLU ultra fast charging yang mampu mengisi daya kendaraan dalam waktu singkat yang telah tersedia di setiap layanan rest area.
"Saya rasa kendaraan listrik sudah menjadi tren energi hijau bagi orang-orang yang peduli terhadap polusi dan kelestarian alam makanya mereka sekarang mulai beralih menggunakan kendaraan yang ramah lingkungan," ungkapnya.
"Terlebih kalau mau cari SPKLU paling gampang cari kantor PLN itu pasti ada SPKLU dan kalau lagi perjalanan lewat tol di rest area juga tersedia SPKLU dan semua bisa dicek lewat aplikasi PLN Mobile," paparnya.
Ke depan, PLN berharap pengembangan infrastruktur kendaraan listrik dapat semakin meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam beralih ke energi ramah lingkungan.
Selain memperluas ketersediaan SPKLU di berbagai titik strategis, PLN juga ingin memastikan masyarakat memiliki akses pengisian daya yang mudah baik di rumah maupun saat bepergian.
"Harapannya tentu masyarakat tidak perlu khawatir lagi kalau punya kendaraan listrik karena fasilitas pengisian sudah tersedia. Selain itu, pengembangan kendaraan listrik juga diharapkan bisa membantu mengurangi polusi udara dan mendukung energi bersih menuju net zero emission," terang Wardi. (m28)
Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Teluknaga, Wardi Hadi saat menjalani podcast bersama Wartakotalive.com di SPKLU Center pertama yang berlokasi di kawasan Pasir Putih Aloha, PIK 2, Kosambi Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (15/5/2026).
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
| Tertekan hingga Menangis, Wanita Ini Trauma Usai Diperiksa Bea Cukai Bandara Soetta |
|
|---|
| Satpol PP Tangerang Perketat Penertiban PKL, Pelanggar Terancam Barang Dagangan Disita |
|
|---|
| Berawal dari Rumah, Komunitas Pilah Sampah di Tangsel Kini Kelola 8 Ton Sampah per Tahun |
|
|---|
| Ponsel, Gunting dan Pisau Ditemukan Petugas saat Sidak Blok Hunian Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang |
|
|---|
| Kondisi Pertigaan Tanah Tingal, Titik Banjir dan Macet Parah di Ciputat Tangsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/LAYANAN-HOME-CHARGING-PLN.jpg)