Kamis, 4 Juni 2026

All England

Terkendala Shuttlecock Lambat, Sabar/Reza Tersingkir di Babak Awal All England 2026

Keduanya kesulitan beradaptasi dengan kondisi shuttlecock yang terasa lambat sehingga serangan yang dilancarkan tidak maksimal

Tayang:
Penulis: Abdul Majid | Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
TERSINGKIR - ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani harus mengakhiri langkah lebih awal di All England Open Badminton Championships 2026 usai takluk dari Prancis, Christo Popov/Toma Junior Popov, dengan skor 12-21, 12-21 di Utilita Arena Birmingham, Rabu (4/3/2026). dok: PBSI 
Ringkasan Berita:
  • Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani tersingkir di 32 besar All England Open Badminton Championships 2026.
  • Unggulan ketujuh itu kalah dari pasangan Prancis dua gim langsung 12-21, 12-21.
  • Reza menyebut shuttlecock lambat membuat serangan tak maksimal.
  • Hasil ini jadi bahan evaluasi untuk tampil lebih baik di turnamen berikutnya.

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani harus mengakhiri langkah lebih awal di All England Open Badminton Championships 2026.

Pasangan unggulan ketujuh itu tersingkir pada babak 32 besar setelah kalah dari pasangan Prancis, Christo Popov/Toma Junior Popov, dengan skor 12-21, 12-21 di Utilita Arena Birmingham, Rabu (4/3/2026).

Dalam pertandingan tersebut, Reza mengakui mereka kesulitan beradaptasi dengan kondisi shuttlecock yang terasa lambat sehingga serangan yang dilancarkan tidak maksimal.

“Kami kesulitan hari ini karena shuttlecock-nya sangat lambat. Jadi saat menyerang tidak tembus, lalu ketika diserang balik kami juga kurang siap,” ujar Reza.

Sementara itu, Sabar menilai kondisi pertandingan kali ini berbeda dibanding pertemuan mereka sebelumnya dengan pasangan Popov bersaudara.

Baca juga: Debut Manis Amri Syahnawi dan Nita Violina di All England 2026 usai Taklukkan Pebulutangkis Jerman

“Ini pertemuan kedua kami dengan mereka, tetapi kondisi hari ini benar-benar berbeda. Selain shuttlecock yang terasa cukup berat, Popov bersaudara juga bermain sangat baik dan sangat rapi,” kata Sabar.

Menurutnya, pasangan Prancis mampu menjaga ritme permainan dengan baik sehingga membuat mereka kesulitan mengembangkan permainan terbaik.

“Kami tidak bisa mengeluarkan permainan terbaik. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami,” terang Sabar.

Meski harus tersingkir lebih awal, Sabar berharap pengalaman dari pertandingan tersebut bisa menjadi pelajaran penting untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.

“Kami harus evaluasi dan belajar dari pertandingan tadi. Semoga di turnamen selanjutnya bisa lebih baik,” pungkasnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved