Jumat, 24 April 2026

Kabar Artis

JFlow Sebut Persib vs Persija El Clasico Indonesia, Tapi Ingatkan Soal Ini

Musisi JFlow menyamakan duel Persib Bandung vs Persija Jakarta dengan El Clasico dunia. Rivalitas dinilai keren.

Warta Kota/Arie Puji Waluyo
JFlow menyamakan laga Persib vs Persija seperti El Clasico kepada Wartakotalive.com, ketika ditemui di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu (10/1/2026) malam. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pertemuan antara Persib Bandung dan Persija Jakarta seringkali disebut sebagai El Clasiconya Indonesia. 

Tensi tinggi, sejarah panjang, dan gengsi antar-suporter membuat laga ini memiliki nilai jual yang fantastis. Hal ini dibenarkan oleh musisi dan Repper JFlow.

Menurut JFlow, Indonesia patut bangga memiliki rivalitas sepak bola yang setara dengan liga-liga top dunia. Ia mensejajarkan duel Persija VS Persib dengan laga-laga besar di Eropa.

"Ya buat gue kalau La Liga punya El Clasico, Inggris punya North West Derby (MU vs Liverpool), Manchester Derby, dan di Serie A ada Derby della Madonnina. Ya Indonesia punya ini nih, Persib-Persija," kata JFlow kepada Wartakotalive.com, ketika ditemui di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu (10/1/2026) malam.

Baca juga: Gunakan 15 Bus, Viking Karawang Bertolak ke Bandung Saksikan Duel Persib-Persija

JFlow menilai bahwa rivalitas ini adalah aset berharga bagi industri sepak bola nasional. Media dan masyarakat pun menyadari betapa tingginya nilai jual pertandingan ini. 

Namun, JFlow memberikan catatan tebal terkait bagaimana rivalitas ini seharusnya dijalankan.

"Kalau rivalitas, wah kudu lah. Kalau enggak ada rivalitas, nonton bola apa serunya? Rivalitas aja, bikin tim lawan tertekan," ucap pria berusia 40 tahun itu.

Akan tetapi, Joshua Matulessy mengecam keras jika rivalitas tersebut berujung pada tindakan kriminal atau anarkis yang merugikan masyarakat umum. 

Baca juga: Jakmania Cengkareng Optimis Persija Bisa Kalahkan Persib Bandung

"Ini (rivalitas) perlu dirawat, ini tradisi yang perlu dilanjutin. Yang enggak perlu dilanjutin adalah kekerasan vandalismenya. Itu," jelas JFlow.

"Jangan yang *sweeping-sweeping*, plat nomor-plat nomor dicek-cekin, terus orang sampai merasa takut untuk datang ke stadionnya. Jangan," tambahnya.

JFlow mengingatkan bahwa esensi dari sepak bola adalah hiburan.

Kemacetan atau keramaian jalanan saat pertandingan dianggapnya sebagai bagian dari pesta bola, namun kekerasan fisik adalah hal yang haram.

"Rivalitasnya jangan yang makan korban. Itu aja sih kalau gue. Tapi bahwa ini berseterunya, keren," ujar JFlow. (Ari).

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved