Kabar Artis
Joko Anwar Miris Lihat Anggota DPR RI Joget di Tengah Penderitaan Rakyat
Joko Anwar menyoroti sikap anggota DPR RI yang dinilainya tidak menunjukkan empati terhadap penderitaan masyarakat.
Penulis: Bayu Indra Permana | Editor: Sigit Nugroho
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sutradara Joko Anwar menyoroti sikap anggota DPR RI yang dinilainya tidak menunjukkan empati terhadap penderitaan masyarakat.
Menurut Joko Anwar, masih adanya wakil rakyat yang terlihat bersenang-senang di tengah jeritan rakyat hanya memperlihatkan betapa jauhnya mereka dari realita sosial.
Pasalnya, beberapa anggota DPR RI terlihat asik berjoget usai pengumuman kenaikan tunjangan mereka.
Padahal beberapa hari sebelumnya, pajak masyarakat dinaikkan.
"Seharusnya, mereka bisa lebih mendengarkan dan lebih punya empati," kata Joko di kawasan SCBD Jakarta Selatan, Jumat (29/8/2025).
"Tidak menunjukkan bahwa mereka sedang bersenang-senang di antara kesengsaraan rakyat," ujar Joko.
Baca juga: Demo Jadi Amuk Massa Akibat Driver Ojol Terlindas Brimob, Joko Anwar: Ini Teriakan Rakyat
Joko menyebut potret para wakil rakyat yang masih bisa tertawa dan berjoget di saat masyarakat harus menanggung beban kenaikan pajak merupakan bukti nyata sikap tidak peduli.
"Masih ada keberanian untuk tertawa, berjoget, sementara rakyat teriak, itu menandakan mereka benar-benar tone deaf," jelas Joko.
Joko juga membantah narasi yang menyebut, unjuk rasa hanyalah agenda politik terselubung seperti yang sempat diutarakan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ia menegaskan bahwa gelombang demonstrasi murni lahir dari kegelisahan rakyat akibat himpitan hidup.
"Kita sampai di kondisi ini bukan ujug-ujug. Bukan karena ada yang berusaha membuat chaos seperti kata presiden," terang Joko.
"Ini simply rakyat yang berteriak, karena kesulitan untuk hidup. As simple as that," ucap Joko.
Baca juga: Sutradara Joko Anwar Sebut PFN Tak Bermanfaat Untuknya Dalam Berkarya
Kritik Kerja DPR RI dan Pemerintah
Selain itu, Joko Anwar mengkritisi kinerja DPR RI dan pemerintah yang dinilainya jauh dari kepentingan rakyat.
Ia menegaskan, kondisi sosial-politik yang kini memicu gelombang demonstrasi bukanlah peristiwa mendadak, melainkan buah dari akumulasi panjang pengabaian terhadap rakyat kecil.
Joko melihat, sudah lama ia melihat dan merasakan bahwa orang-orang yang menyebut diri mereka wakil rakyat tidak bekerja untuk rakyat.
"Yang pasti kan kita sampai pada kondisi ini tidak ujug-ujug. Tidak tiba-tiba," kata Joko.
"Jadi sudah lama sekali, baik pemerintah maupun DPR itu tidak bekerja untuk rakyat. Tidak berpihak kepada rakyat. Yang paling gampang yang paling bisa dirasakan tanpa harus memiliki backup data yang njelimet," papar Joko.
Baca juga: Penunjukkan Ifan Seventeen jadi Dirut PFN Tuai Polemik, Joko Anwar Sindir Pemerintah
Joko menyoroti bahwa selama ini betapa sulitnya masyarakat dalam mencari penghidupan yang layak.
Menurutnya, fenomena rakyat kesulitan mencari kerja hingga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari menjadi bukti nyata bahwa DPR dan pejabat publik gagal menjalankan fungsi utamanya.
"Setiap hari kita bisa melihat bagaimana rakyat semakin lama semakin susah untuk mencari kerja, banyak yang kelaparan, banyak juga yang mendapatkan kesulitan untuk hidup," beber Joko.
"Hanya untuk menghidupi keluarganya dan tone deaf banget para anggota DPR dan pejabat. Mereka merasa kalau ada kritik dari rakyat itu dianggap sebagai serangan politis, padahal bukan seperti itu," tutur Joko. (*)
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
Prilly Latuconsina Malu Lihat Rekan Artis Joget-joget Dengar Tunjangan DPR Naik |
![]() |
---|
Anggap Biasa, Ini Kata Lita Gading saat Diperiksa Terkait Dugaan Perundungan Anak Ahmad Dhani |
![]() |
---|
Temui Keluarga Pengemudi Ojek Online Affan Kurniawan, Ini Pesan Denny Sumargo untuk Polri |
![]() |
---|
Nikita Mirzani Kesal hingga Menangis Dengar Keterangan Melvina yang Menudingnya Peras Rp 15 Miliar |
![]() |
---|
Ruben Onsu Umroh Bersama 16 Karyawan, Tak Lupa Bawa Bawang Goreng |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.