Rabu, 10 Juni 2026

Berita Nasional

Wakil Kepala BGN Baru Blak-blakan Soal Rombak Besar-besaran MBG

Wakil Kepala BGN yang baru dilantik Agustina Arumsari blak-blakan mengakui segudang kekurangan program MBG. 

Tayang:
Editor: Desy Selviany
Istimewa
BPKP-Wakil Kepala BPKP Agustina Arumsari ditunjuk jadi Wakil Kepala BGN oleh Presiden RI Prabowo Subianto, Selasa (2/6/2026) 

WARTAKOTALIVE.COM - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru dilantik Agustina Arumsari blak-blakan mengakui segudang kekurangan program makan bergizi gratis (MBG). 

Mantan Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) itu pun mengaku sudah memetakan sederet kekurangan program nasional MBG tersebut untuk dievaluasi.  

Hal itu diungkapkan Agustina usai dilantik Presiden RI Prabowo Subianto sebagai Wakil Kepala BGN pada Senin (8/6/2026) seperti dimuat Kompas Tv. 

Agustina mengakui pihaknya setelah ditunjuk menjadi Wakil Kepala BGN langsung membuat catatan-catatan kekurangan MBG

Hal itu dilakukan usai diberi tugas oleh Presiden RI untuk membenahi penyelenggaraan MBG.

Namun Agustina tidak mampu merinci apa saja yang ditugaskan untuk pembenahan MBG.

Agustina pun hanya mengungkapkan singkat pembenahan yang akan dilakukan BGN. Salah satunya BGN akan melakukan Refocusing penerima manfaat MBG.

Refocusing anggaran adalah kebijakan pemerintah untuk memusatkan atau memfokuskan kembali alokasi anggaran belanja kementerian/lembaga. 

Kebijakan ini dilakukan dengan memotong, menunda, atau mengalihkan anggaran dari program yang kurang mendesak guna memprioritaskan program yang lebih penting dan mendesak bagi masyarakat.

Baca juga: Koruptor Hery Susanto Sempat Larang Ombudsman Sentuh MBG

“Sehingga bagaimana program ini akan tercapai tujuannya. Karena tujuan ini kan baik ya, agar jangan ada anak-anak Indonesia kelaparan,” jelasnya.

Selain itu BGN juga akan melakukan evaluasi pada kolaborasi internal yang dianggap sebelumnya masih kurang.

Hal itu membuat anggaran MBG tidak efisien. 

“Kami lihat kolaborasi antar kedeputian belum bisa diefisienkan secara maksimal, salah satunya karena nomenklatur yang terlalu terkotak-kotak antarwakil kepala,” jelasnya. 

Selain itu juga BGN akan melakukan perbaikan secara klaster mulai dari sisi sumber daya, organisasi, maupun pelayanan ke pihak eksternal. 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved