Rupiah Anjlok
Rupiah Terus Melemah, Lingkar Pemuda Indonesia Dorong Implementasi Penempatan Devisa Hasil Ekspor
Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk menjaga stabilitas makro ekonomi tanpa harus bergantung pada suntikan utang luar negeri.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS mencatatkan sejarah baru dengan menyentuh level psikologis Rp18.000.
Fenomena ini dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik global yang menyebabkan lonjakan harga energi sekaligus memicu capital outflow besar-besaran.
Lingkar Pemuda Indonesia (LPI) menilai kondisi ini sebagai peringatan bagi bangsa untuk segera mengalihkan fokus pada penguatan fondasi ekonomi nasional.
Menyikapi kondisi ini, pemerintah telah melakukan langkah preventif melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter, salah satunya dengan implementasi PP Nomor 21 Tahun 2026 yang mewajibkan penempatan 100 persen Devisa Hasil Ekspor (DHE) SDA di dalam negeri.
Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk menjaga stabilitas makro ekonomi tanpa harus bergantung pada suntikan utang luar negeri.
Direktur Eksekutif Lingkar Pemuda Indonesia, Akhrom Saleh, menekankan bahwa di tengah masa transisi ini, kunci utama keberhasilan adalah gotong royong nasional.
Baca juga: Investor Dapur MBG Rugi Miliaran Ngamuk di Kantor BGN: Kami Orang Prabowo Juga
"Jadi tantangan terbesarnya bagaimana menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global saat ini, sembari tetap menjaga kepercayaan investor. Karena kita sedang berada dalam masa transisi, dimana pemerintah saat ini tengah berusaha bertransformasi dari ketergantungan modal asing menuju kemandirian pembiayaan nasional. Kita bisa kok melakukan itu dengan gotong royong," ujar Akhrom di Jakarta, Selasa (09/06/2026).
LPI juga memberikan apresiasi terhadap keberanian Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang secara tegas menolak tawaran pinjaman dari IMF dan Bank Dunia senilai $20 hingga $30 miliar. Keputusan ini diambil karena APBN dinilai sangat solid, didukung oleh Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai Rp420 triliun.
"Saat ini pemerintah sedang membangun kedaulatan nasional, harus kita dukung. Menurut saya pak Purbaya sudah tepat dan cerdas, dengan menolak utang dari lembaga moneter internasional, artinya pemerintah saat ini sudah tidak mau di setir, sudah tidak mau lagi di atur sama mereka," tambah Akhrom.
LPI optimistis bahwa pengurangan beban utang luar negeri akan membuka ruang fiskal yang lebih luas di masa depan, memungkinkan alokasi dana yang lebih besar untuk pendidikan, riset, teknologi, dan infrastruktur hilirisasi.
"Meskipun terlihat sulit, langkah berani pemerintah untuk meminimalisir ketergantungan pada utang internasional, ini adalah investasi jangka panjang bagi generasi mendatang,"* jelasnya.
Baca juga: Curhat Pedagang Pasar Senen, Rupiah Terus Melemah, Harga Ayam Tembus Rp 40.000 per Kg
Selain itu, LPI mendorong generasi muda untuk mengubah paradigma dari masyarakat konsumtif menjadi insan yang produktif. Krisis ini diharapkan menjadi momentum percepatan industrialisasi untuk mengelola kekayaan alam secara mandiri.
"Kita harus optimis, bahwa kemandirian ekonomi bangsa harus dimulai dari kemandirian finansial individu khususnya generasi muda, tinggalkan gaya konsumtif, kalau bisa belajar berinvestasi dan harus kreatif jadi pemuda," sarannya.
Sebagai penutup, Akhrom mengajak para pemuda untuk mengambil peran aktif dalam rantai pasok global.
"Nantinya generasi pemuda mendatang tidak lagi hanya menjadi konsumen barang jadi, melainkan pemain utama dalam rantai pasok global. Ayo para pemuda di tanah air, mari jadikan momen ini sebagai titik balik untuk memperkuat literasi keuangan, mencintai produk dalam negeri, dan terus berkarya untuk memastikan masa depan Indonesia yang mandiri, bermartabat, dan berdaulat secara ekonomi," tuturnya.
Nilai tukar mata uang
nilai tukar Dollar AS ke Rupiah hari ini
nilai tukar rupiah terhadap dollar hari ini
| Dolar AS Tembus Rp18.000, Jakarta Institute Ingatkan Ancaman bagi UMKM |
|
|---|
| Menkeu dan Gubernur BI Targetkan Rupiah Menguat, Masyarakat akan Rasakan Dampak |
|
|---|
| Prabowo soal Rupiah Anjlok: Warga Desa Tak Pakai Dolar, Yang Pusing Pengusaha! |
|
|---|
| Sandiaga Uno Tukar Dolar ke Rupiah, Fadli Zon: Kurang Signifikan |
|
|---|
| Rupiah Anjlok, Perdagangan Emas di Pasar Minggu Masih Normal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Akhrom-Saleh-tanggapi-nilai-tukar-dolar.jpg)