Berita Jakarta
Bawang dan Cabai Mahal saat Iduladha, DKI Siapkan Program Pangan Bersubsidi
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut kenaikan harga dipicu meningkatnya permintaan masyarakat selama hari raya serta tingginya curah hujan
Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Feryanto Hadi
Ringkasan Berita:
- Harga sejumlah bahan pangan di DKI Jakarta naik saat Iduladha 1447 Hijriah, terutama cabai dan bawang akibat meningkatnya permintaan serta tingginya curah hujan.
- Hasudungan A. Sidabalok menyebut cabai rawit merah mengalami kenaikan tertinggi menjadi Rp84.046 per kilogram, disusul bawang merah dan cabai merah.
- Untuk menekan harga, Pemprov DKI menggelar program pangan bersubsidi dengan harga murah, seperti daging sapi Rp35.000 per kilogram dan beras 5 kilogram Rp30.000.
Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Harga sejumlah komoditas pangan di DKI Jakarta mengalami kenaikan saat perayaan Iduladha 1447 Hijriah.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut kenaikan harga dipicu meningkatnya permintaan masyarakat selama hari raya serta tingginya curah hujan yang memengaruhi produksi pangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok mengatakan komoditas yang paling terdampak adalah cabai dan bawang.
“Kenaikan harga saat Iduladha selain disebabkan adanya kenaikan permintaan, pada tahun ini juga disebabkan karena masih tingginya curah hujan yang berpengaruh terhadap produksi terutama komoditas cabai dan bawang,” kata Hasudungan kepada Wartakotalive.com, Kamis (28/5/2026).
Berdasarkan perkembangan harga mingguan pada pekan ketiga Mei 2026, cabai rawit merah mengalami kenaikan tertinggi yakni sebesar 4,60 persen atau Rp3.692 per kilogram, dari Rp80.354 menjadi Rp84.046 per kilogram.
Selain itu, bawang merah naik 2,21 persen atau Rp1.209 per kilogram dari Rp54.697 menjadi Rp55.906 per kilogram. Cabai merah TW juga naik 2,13 persen atau Rp1.331 per kilogram dari Rp62.375 menjadi Rp63.706 per kilogram.
Sementara itu, harga ayam potong mengalami kenaikan sebesar 1,83 persen atau Rp788 per kilogram dari Rp43.119 menjadi Rp43.907 per kilogram. Adapun cabai merah keriting naik 1,23 persen atau Rp678 per kilogram dari Rp55.103 menjadi Rp55.781 per kilogram.
Untuk menjaga stabilitas harga pangan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha, Dinas KPKP DKI Jakarta melakukan sejumlah upaya pengendalian harga.
Salah satunya melalui penyediaan dan pendistribusian pangan bersubsidi bagi masyarakat tertentu.
Dalam program tersebut, masyarakat dapat memperoleh daging sapi seharga Rp35.000 per kilogram, daging ayam Rp8.000 per ekor, telur ayam Rp10.000 per tray, beras lima kilogram Rp30.000, susu satu karton Rp30.000, serta ikan kembung Rp13.000 per kilogram.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga mengembangkan pertanian perkotaan dengan menanam komoditas cepat panen seperti sayuran daun dan cabai untuk membantu menjaga pasokan pangan.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) rutin menggelar pangan keliling di berbagai lokasi yang mudah diakses masyarakat seperti rumah susun, RPTRA, kantor kelurahan, kecamatan, wali kota hingga Balai Kota.
Melalui program tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok seperti beras, daging ayam, daging sapi, telur ayam, gula pasir, minyak goreng, bawang, dan cabai dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan di bawah harga pasar.(m27)
| FLO DKI Minta Dualisme FORKABI Diselesaikan Baik-Baik, Jangan Jadi Aib Ormas Betawi |
|
|---|
| Si Jaga Warga Jadi Contoh, Rano Karno Dorong Siskamling Berbasis Teknologi |
|
|---|
| Usung Konsep Modern dan Terintegrasi GREE Hadirkan Kantor Cabang di Jakarta Pusat |
|
|---|
| Fraksi PDIP DKI Soroti Dugaan Kejanggalan SHP di Kwini Jakpus, Warga Mengadu Soal Status Tanah |
|
|---|
| Jalur KRL Tangerang Kembali Normal Setelah Tiga Jam Gangguan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ilustrasi-komoditas-pangan-cabai.jpg)