Jumat, 15 Mei 2026

Berita Internasional

Trump Umumkan Akhir Konflik AS-Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump Umumkan konflik AS - Iran yang berlangsung sejak akhir Februari 2026 telah resmi berakhir.

Tayang:
Editor: Joanita Ary
YouTube Times Now
AKHIRI PERANG -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa permusuhan antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung sejak akhir Februari 2026 telah resmi berakhir. Pernyataan itu disampaikan Trump dalam surat kepada Kongres, bertepatan dengan batas waktu 60 hari operasi militer tanpa otorisasi legislatif. 

WARTAKOTALIVECOM — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa permusuhan antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung sejak akhir Februari 2026 telah resmi berakhir.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam surat kepada Kongres, bertepatan dengan batas waktu 60 hari operasi militer tanpa otorisasi legislatif.

Dalam keterangannya, Trump menegaskan bahwa tidak ada lagi baku tembak antara pasukan AS dan Iran sejak diberlakukannya gencatan senjata pada 7 April 2026. Gencatan senjata yang awalnya dirancang berlangsung selama dua pekan itu kemudian diperpanjang, seiring meredanya eskalasi di lapangan.

“Permusuhan yang dimulai pada 28 Februari 2026 telah berakhir,” tulis Trump, seraya menekankan bahwa langkah tersebut merupakan hasil dari operasi militer yang menurutnya berjalan efektif.

Kendati demikian, pemerintah AS belum sepenuhnya menurunkan kewaspadaan. Trump mengakui bahwa Iran masih menjadi sumber ancaman signifikan, baik secara langsung maupun melalui jaringan kelompok proksi di kawasan.

Sejalan dengan itu, Pentagon disebut terus memperbarui dan menyesuaikan postur militernya di wilayah Timur Tengah.

Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan kesiapan menghadapi potensi ancaman lanjutan sekaligus melindungi kepentingan AS, termasuk sekutu dan mitra strategisnya di kawasan.

Langkah ini mencerminkan pendekatan ganda Washington: mengakhiri fase konfrontasi terbuka, namun tetap mempertahankan tekanan strategis terhadap Teheran.

Di tengah klaim berakhirnya permusuhan, situasi keamanan di kawasan dinilai masih cair dan berpotensi berubah sewaktu-waktu.

Pernyataan Trump tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintahannya untuk memenuhi ketentuan hukum domestik terkait operasi militer di luar negeri.

Sesuai regulasi, presiden AS wajib melaporkan kepada Kongres jika operasi militer berlangsung lebih dari 60 hari tanpa persetujuan resmi.

Dengan berakhirnya periode tersebut, klaim penghentian permusuhan sekaligus menjadi sinyal politik bahwa Washington berupaya menghindari konflik berkepanjangan, meski tetap menjaga posisi militernya di kawasan yang selama ini menjadi salah satu titik panas geopolitik global.

Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved