Senin, 27 April 2026

UNIFIL Lepas Kopral Rico dengan Upacara Militer Khidmat

Upacara militer itu digelar dengan khidmat, dipimpin langsung oleh Kepala Misi sekaligus Komandan UNIFIL, Diodato Abagnara.

Editor: Joanita Ary
Istimewa/Tidak Ada
PRAJURIT TNI TEWAS --Upacara militer itu digelar dengan khidmat, dipimpin langsung oleh Kepala Misi sekaligus Komandan UNIFIL, Diodato Abagnara. Bendera setengah tiang dan sikap hormat dari para prajurit menjadi simbol duka mendalam atas kehilangan salah satu penjaga perdamaian dunia. 

WARTAKOTALIVECOM — Suasana hening menyelimuti markas Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Beirut.

Di tengah barisan pasukan multinasional yang berdiri tegap, penghormatan terakhir diberikan kepada prajurit TNI, Kopral Rico Pramudia (31), yang gugur dalam menjalankan misi perdamaian.

Upacara militer itu digelar dengan khidmat, dipimpin langsung oleh Kepala Misi sekaligus Komandan UNIFIL, Diodato Abagnara.

Bendera setengah tiang dan sikap hormat dari para prajurit menjadi simbol duka mendalam atas kehilangan salah satu penjaga perdamaian dunia.

Dalam sambutannya, Abagnara menyampaikan penghormatan atas dedikasi dan pengorbanan yang telah diberikan oleh almarhum selama menjalankan tugas di wilayah konflik.

Ia menegaskan bahwa kontribusi prajurit seperti Rico merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan yang kerap dilanda ketegangan tersebut.

“Hormat kami atas segala pengorbananmu untuk perdamaian di tanah ini,” ujar Abagnara, mengiringi prosesi penghormatan yang berlangsung penuh haru.

Kopral Rico Pramudia dilaporkan meninggal dunia akibat luka parah yang dideritanya setelah insiden ledakan proyektil yang terjadi pada akhir Maret lalu.

Meski sempat mendapatkan perawatan, nyawanya tak tertolong.

Kepergiannya menambah daftar panjang prajurit perdamaian yang gugur dalam menjalankan mandat internasional di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. 

Menurut keterangan UNIFIL, Rico baru menjalani penugasan di Lebanon pada April tahun lalu. Misi tersebut menjadi penugasan luar negeri pertamanya sebagai bagian dari kontingen Garuda.

Dalam waktu singkat, ia telah menjadi bagian dari upaya menjaga perdamaian di wilayah yang kompleks secara geopolitik.

Di balik seragam dan tugas negara yang diembannya, Rico meninggalkan keluarga kecil di Tanah Air.

Ia berpulang dengan meninggalkan seorang istri dan anak laki-laki yang masih berusia dini. Kisahnya menjadi potret pengorbanan prajurit Indonesia yang bertugas jauh dari rumah demi cita-cita perdamaian dunia.

Kepergian Rico tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga dan institusi TNI, tetapi juga bagi komunitas internasional yang bergantung pada dedikasi pasukan penjaga perdamaian.

Upacara penghormatan di Beirut itu menjadi penegas bahwa pengabdian seorang prajurit, meski terhenti, akan terus dikenang sebagai bagian dari upaya menjaga kemanusiaan

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved