Sabtu, 9 Mei 2026

Kemensos

Kisah Kusna Bangkit dan Mandiri Lewat Usaha Menjahit

Kisah Kusna bangkit dan mandiri lewat usaha menjahit berkat intervensi psikososial dan pemberdayaan ekonomi.

Tayang:
dok. Biro Humas Kemensos
Kusna (40) saat menjalani aktivitas menjahit sebagai upaya untuk bangkit dan hidup mandiri. 

WARTAKOTALIVE.COM, KABUPATEN BANDUNG - Program rehabilitasi sosial menjadi layanan bantuan fisik, mental, dan sosial yang menyasar kelompok rentan. 

Tujuannya agar kehidupan kelompok rentan bangkit kembali serta memulihkan martabat mereka sebagai manusia berkemandirian ekonomi.

Bangkit berkat intervensi psikososial dan pemberdayaan ekonomi banyak diceritakan oleh individu yang termasuk kelompok rentan seperti Kusna (40).

Warga Jawa Barat ini sempat mengalami fase sulit dalam kehidupan pribadi dan keluarganya. Tak ayal, kondisinya berdampak terhadap kondisi kesehatan mentalnya.

“Kusna memiliki beban yang kompleks. Ditinggal pasangan dan orang tua. Bebannya tidak bisa memecahkan sendiri, terus dipendam sendiri akhirnya meluap,” kata Juhara Adi, Pendamping Sosial Masyarakat yang selama ini mendampingi Kusna.

Ditengah keterbatasan, Kusna memilih untuk tidak menyerah dan kembali menata hidupnya. Bermodalkan tekad yang kuat, ia belajar untuk bersosialisasi dengan keluarga dan lingkungan sekitar. Kusna pun memilih kembali ke tengah masyarakat dengan menekuni usaha menjahit

Kementerian Sosial melalui Sentra Abiyoso Cimahi pun memberikan bantuan berupa mesin obras kepadanya. 

“Senang, bahagia bisa kerja lagi. Alhamdulillah, dengan bantuan ini bisa melanjutkan pekerjaan, bisa mendapatkan rezeki, bisa berjalan layaknya hidup,” ujar Kusna.

Berkat keterampilan serta bantuan mesin tersebut, ia kini mampu mendapatkan penghasilan sekitar Rp600 ribu hingga Rp 700 ribu setiap bulan.

Penghasilan tersebut menjadi bukti kemandirian dari hasil rehabilitasi sosial terpadu Kementerian Sosial. 

“Terima kasih Kementerian Sosial sudah memberikan bantuan mesin jahit, semoga mesin jahit ini menjadi penyemangat hidup untuk melanjutkan pekerjaan dan bisa mencari rezeki,” ungkap Kusna.

Bagi Kusna, menjahit bukan sekadar pekerjaan, melainkan terapi, serta cara untuk membuktikan bahwa dirinya mampu bangkit.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved