Berita Internasional
Iran Tuduh Tentara AS Ogah-ogahan Perang dan Sembunyi di Hotel
Iran menuduh tentara Amerika Serikat (AS) ogah-ogahan berperang dengan pasukan Iran dan memilih bersembunyi di hotel dan kantor.
WARTAKOTALIVE.COM - Iran menuduh tentara Amerika Serikat (AS) ogah-ogahan berperang dengan pasukan Iran dan memilih bersembunyi di hotel dan kantor.
Tuduhan Iran tersebut berangkat dari laporan New York Times yang menyebut serangan Iran membuat pasukan AS terpaksa bekerja jarak jauh.
Menteri Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Araghchi juga membagikan bukti bahwa tentara AS bersembunyi di Hotel Hilton yang terletak di negara-negara Arab.
Namun demikian sebagian hotel tersebut menolak pemesanan lantaran takut menjadi sasaran Iran.
Menurut Araghchi sejak awal perang ini, tentara AS melarikan diri dari pangkalan militer di negara-negara Gulf Cooperation Council (GCC) atau Dewan Kerjasama Teluk untuk bersembunyi di hotel dan kantor.
Sehingga selama perang ini, para tentara AS menggunakan warga GCC untuk perisai dari serangan Iran.
“Mereka menggunakan warga negara GCC sebagai perisai manusia,” jelasnya.
Namun demikian hotel tersebut menolak pesanan militer AS lantaran takut menjadi sasaran rudal Iran.
Baca juga: Rusia Jadi Inspirasi Iran Berperang Lawan Penjajah AS-Israel
Iran pun terlihat di atas angin setelah mengetahui bahwa sejumlah hotel milik AS menolak menerima reservasi tentara karena takut dengan serangan Iran.
“Hotel-hotel di AS menolak pemesanan dari petugas yang dapat membahayakan pelanggan. Hotel-hotel di negara-negara GCC (Dewan Kerjasama Teluk) seharusnya melakukan hal yang sama,” tulis Araghchi.
Diketahui Iran menyerang sejumlah hotel di Dubai sebagai balasan atas serangan AS-Israel.
Misalnya saja sebuah hotel mewah di Dubai terkena serangan balasan Iran.
Usai serangan kebakaran hebat di Hotel Fairmont The Palm asap hitam tebal membumbung ke langit Dubai.