Minggu, 19 April 2026

Mudik Lebaran

Arus Mudik Lebaran 2026 Mulai 17 Maret, Polda Ingatkan Titik Rawan Kecelakaan

Polda Metro Jaya mengingatkan sejumlah titik rawan kecelakaan di jalur arteri Jakarta saat arus mudik Lebaran 2026 yang diprediksi mulai 17 Maret.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dian Anditya Mutiara
Warta Kota/Ramadhan L Q
MUDIK LEBARAN - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin ingatkan buat pemudik Lebaran agar waspada terutama pada jalur rawan kecelakaan. (Ramadhan L Q) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Arus mudik Lebaran 2026 diprediksi mulai terjadi pada Selasa (17/3/2026).

Untuk mengantisipasi potensi kecelakaan, Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat agar mewaspadai sejumlah titik rawan kecelakaan, terutama di jalur arteri.

Hal itu disampaikan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin, kepada wartawan.

Ia mengatakan pihaknya mengkhawatirkan potensi kecelakaan di beberapa ruas jalan yang kerap dilalui pemudik.

“Ada beberapa titik yang berpotensi rawan kecelakaan. Kami sangat khawatirkan untuk jalur-jalur arteri,” ujar Komarudin, dikutip Sabtu (14/3/2026).

Baca juga: KM 48 hingga Rest Area KM 57 Jadi Titik Rawan Macet Mudik Lebaran 2026

Beberapa titik rawan kecelakaan antara lain kawasan Pondok Indah dan Ciputat arah barat di Jakarta Selatan. 

Selain itu, Jalan Daan Mogot di Jakarta Barat serta Kalimalang di Jakarta Timur juga menjadi perhatian.

Masyarakat diimbau tetap berhati-hati selama perjalanan, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak stabil. 

Pengendara juga diminta tidak membawa muatan berlebih serta memperhatikan keselamatan saat berboncengan.

Polisi juga mengajak masyarakat memanfaatkan transportasi umum, termasuk program mudik gratis yang disediakan pemerintah.

Baca juga: Tarif Tol Trans Jawa Terbaru Maret 2026, Ada Diskon 30 Persen Saat Mudik Lebaran

Untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, Polda Metro Jaya menyiagakan 6.802 personel. 

Selain itu, sebanyak 68 pos pengamanan yang terdiri dari Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, dan Pos Pantau telah disiapkan di sejumlah titik.

“Gembolannya jangan terlalu banyak, terus boncengan juga diperhatikan,” tutur Komarudin. (m31)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved