Jumat, 10 April 2026

Berita Jakarta

DPRD DKI Kritik Rencana Proyek Sampah Rp 153 miliar, Minta Program Lama Dituntaskan

DPRD DKI Kritik Rencana Proyek Sampah Rp 153 miliar, Minta Program Lama Dituntaskan. Ini kata Komisi B DPRD DKI Jakarta Ade Suherman

arsip warta kota dan Tribun/Fitriyandi Al Fajri
PENGELOLAAN SAMPAH - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ade Suherman saat rapat kerja dengan eksekutif di DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu. Ade mendesak Pasar Jaya untuk mengkaji ulang rencana pengolahan sampah hingga menelan anggaran ratusan miliar rupiah. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - DPRD Provinsi DKI Jakarta mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan sampah di pasar-pasar.

Langkah ini bisa menjadi pertimbangan sebelum pemerintah daerah melangkah pada proyek teknologi pengolahan sampah berskala besar.

Pengawas pemerintah daerah itu menilai, pengelolaan sampah di sejumlah pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya masih perlu diperkuat.

Baca juga: Dobrak Sekat Politik, DPRD DKI Ajak Anak Muda Urban Selidiki Dapur Kebijakan Mereka

Tujuannya, agar program yang sudah berjalan dapat memberikan hasil optimal bagi masyarakat Ibu Kota.

Anggota Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta Ade Suherman menilai, rencana kerja sama pembangunan teknologi pengolahan sampah Masaro (Manajemen Sampah Zero) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan nilai investasi sekitar Rp 153,2 miliar sebaiknya dikaji secara matang.

Hal ini, kata politisi PKS tersebut, dengan mempertimbangkan efektivitas program yang telah berjalan sebelumnya.

“Jangan membuat rencana baru yang besar dan mahal, sementara rencana yang sudah berjalan belum tuntas. Ini soal akuntabilitas dan efisiensi anggaran publik,” kata Ade pada Kamis (5/3/2026).

Baca juga: Grogol Lumpuh! Anggota DPRD DKI Kenneth Sidak Proyek Flyover Latumenten: Jangan Sengsarakan Warga!

Ade menjelaskan, sejak Oktober 2024, Pasar Jaya telah menjalankan rencana pengelolaan sampah melalui skema TPS3L/TPS3R di sejumlah pasar.

Namun, dia menilai implementasinya di lapangan masih memerlukan pembenahan agar pengelolaan sampah dapat berjalan lebih optimal.

Menurutnya, inovasi teknologi seperti Masaro pada dasarnya merupakan langkah positif yang patut didukung, terutama untuk mendorong pengolahan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.

Namun demikian, Ade mengingatkan bahwa penguatan sistem pengelolaan dasar tetap menjadi hal penting sebelum proyek baru berskala besar dilaksanakan.

“Kami tidak menolak teknologi, tapi selesaikan dulu yang sudah direncanakan dan dikerjakan. Kalau pengelolaan dasar saja belum beres, teknologi secanggih apa pun tidak akan efektif,” tuturnya.

Ade pun meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Pasar Jaya untuk melakukan evaluasi komprehensif terhadap program pengelolaan sampah yang saat ini berjalan.

“Harapannya kebijakan berikutnya dapat dilakukan secara lebih terukur dan berkelanjutan,” pungkas Ade. (faf)

 

PENGELOLAAN SAMPAH - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Ade Suherman saat rapat kerja dengan eksekutif di DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu. Ade mendesak Pasar Jaya untuk mengkaji ulang rencana pengolahan sampah hingga menelan anggaran ratusan miliar rupiah.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved