Minggu, 17 Mei 2026

Konflik Timur Tengah

Instruksi Kapolri, Densus 88 Siaga Imbas Konflik di Timur Tengah

Kombes Mayndra Eka Wardhana mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi ancaman yang dapat mengganggu keamanan masyarakat.

Tayang:
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Feryanto Hadi
Istimewa/Tidak Ada
IRAN SERANG ISRAEL -- Konflik terbuka antara Iran dan Israel kembali memasuki fase berbahaya setelah Teheran meluncurkan rudal dan pesawat nirawak ke wilayah Israel, Sabtu (28/2/2026), sebagai respons langsung atas serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap sasaran di Iran beberapa jam sebelumnya. 
Ringkasan Berita:
  • Detasemen Khusus 88 Anti Teror tingkatkan pengawasan jaringan teror usai eskalasi konflik Iran–Israel yang libatkan AS.
  • Juru Bicara Densus 88, Mayndra Eka Wardhana, sebut langkah ini untuk antisipasi ancaman keamanan.
  • Arahan Listyo Sigit Prabowo demi jaga capaian zero terrorist attack.
  • Polri monitor 13.252 kelompok terindikasi teror dan perkuat pengamanan mudik 2026.

 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ramadhan L Q 


WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri meningkatkan pengawasan terhadap jaringan terorisme di Indonesia menyusul eskalasi konflik global di Timur Tengah, khususnya perang antara Iran dan Israel yang melibatkan Amerika Serikat.

Juru Bicara Densus 88, Kombes Mayndra Eka Wardhana mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi ancaman yang dapat mengganggu keamanan masyarakat.

“Densus 88 turut meningkatkan pengawasan terhadap ancaman terorisme yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat,” ujar Mayndra, Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan kewaspadaan itu merupakan arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo guna mempertahankan capaian zero terrorist attack di Indonesia. 

Menurutnya, konflik global yang melibatkan banyak negara dan kelompok kepentingan berpotensi menimbulkan dampak luas, termasuk terhadap stabilitas keamanan dalam negeri.

"Sebagaimana arahan Kapolri, terhadap adanya penilaian bahwa situasi global sedang memanas saat ini, yang mana selain melibatkan banyak negara juga melibatkan banyak kelompok dan kepentingan," terang dia.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan jajaran Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) tingkatkan kewaspadaan menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya Iran. 

Langkah ini dilakukan guna memastikan pengamanan arus mudik Lebaran 2026 berjalan aman dan lancar.

Sigit menyebut, saat ini kepolisian memonitor 13.252 kelompok yang terindikasi jaringan teror. 

Konflik global yang tengah terjadi dinilai berpotensi memicu dampak lanjutan, termasuk di Indonesia.

“Ini menjadi perhatian kita karena saat ini sedang terjadi konflik global yang memang memiliki potensi akan adanya geliat terkait dengan hal ini," ujar Sigit, dikutip Selasa (3/3/2026).

Kapolri juga menyoroti pengibaran bendera merah di Iran sebagai simbol pembalasan setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan yang dikaitkan dengan Israel dan Amerika Serikat.

Ia meminta Densus 88 mengantisipasi segala potensi ancaman guna mempertahankan kondisi zero terrorist attack di Indonesia, meski secara geografis Indonesia tidak terlibat dalam konflik tersebut.

"Apalagi Iran telah mengibarkan bendera merah sebagai simbol pembalasan dan pertanda serangan yang terjadi di Iran dan ini tentunya menjadi PR bagi rekan-rekan khususnya Densus, untuk bisa mempertahankan Zero Terrorist Attack. Yang tentunya ini menjadi PR besar bagi kita," tuturnya.

Selain itu, Sigit mengungkapkan pihaknya telah mengamankan tujuh orang yang diduga terkait jaringan teror menjelang pelaksanaan mudik 2026. 

Ia menekankan pentingnya koordinasi dengan unsur intelijen, TNI, dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

"Tahun kemarin kita mengamankan 7 orang target pada saat pelaksanaan mudik dan tolong ini betul-betul kerjasama yang baik dengan seluruh jajaran Intelijen, kemudian koordinasi dengan rekan-rekan dari TNI, Pemerintah Daerah," tutur dia. 

Ekonomi Jakarta berpotensi terdampak

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyoroti potensi dampak ekonomi akibat konflik global yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Ia memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memantau kondisi ekonomi serta menjaga stabilitas harga pangan agar masyarakat tidak perlu panik, terutama menjelang Idulfitri.

Menurut Pramono, tekanan terhadap ekonomi global diyakini terjadi seiring meningkatnya tensi geopolitik dunia.

Salah satu risiko terbesar, kata dia adalah kemungkinan terganggunya jalur distribusi energi dan perdagangan internasional.

“Memang sekarang ini, seperti yang saya katakan, tekanan ekonomi global pasti akan terjadi karena perang yang berlangsung saat ini. Terutama kalau nanti Selat Hormuz ditutup, dampaknya akan langsung terasa terhadap supply chain dan harga-harga yang kemungkinan mengalami kenaikan,” ujar Pramono dikutip pada Senin (2/3/2026).

Meski demikian, Pramono menegaskan kondisi pasokan pangan Jakarta masih terkendali. 

Pemprov DKI Jakarta telah memastikan ketersediaan bahan pokok utama dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idulfitri.

Baca juga: Kisah Mahasiswa di Karawang, Kena Begal Waktu Mau Open BO Lewat Aplikasi Hijau

Ia menyebut sejumlah komoditas penting seperti cabai keriting, daging, dan beras memiliki stok yang lebih dari cukup.

Persoalan pasokan daging yang sebelumnya kerap menjadi perhatian juga disebut telah teratasi.

“Alhamdulillah sekarang stok daging aman. Kalau kita pantau dari harga-harga di pasar utama di Jakarta, kenaikan belum terjadi dan mudah-mudahan tidak terjadi,” katanya.

Pramono menambahkan, Pemprov DKI Jakarta terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga di pasar serta laju inflasi agar tetap terkendali.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi panik belanja, karena pemerintah memastikan kebutuhan pokok masyarakat tersedia dengan baik.

“Kami terus memantau, mudah-mudahan inflasi juga bisa terjaga dengan baik,” pungkasnya. (m27)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved