Berita Nasional
Update Bibit Siklon Bakung yang Mulai Mendekat ke Indonesia
Dua hari ke depan, Siklon Bakung diprediksi akan tiba di wilayah Indonesia sehingga menimbulkan cuaca buruk di negara khatulistiwa tersebut.
WARTAKOTALIVE.COM - Dua hari ke depan, Siklon Bakung diprediksi akan tiba di wilayah Indonesia sehingga menimbulkan cuaca buruk di negara khatulistiwa tersebut.
Bibit Siklon Bakung tersebut saat ini tengah dipantau ketat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Hal itu diungkapkan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta Senin (15/12/2025).
“Saat ini ada tiga siklon yang mengepung Indonesia, Bapak Presiden. Yang pertama, Siklon Bakung,” kata Faisal dalam laporannya.
Menurut BMKG, Siklon Bakung saat ini berkembang di wilayah barat daya Lampung dan bergerak menjauhi Indonesia.
Faisal mengungkapkan bahwa status Siklon Bakung mengalami peningkatan kekuatan, dari kategori 1 menjadi kategori 2.
Kondisi ini perlu mendapat perhatian khusus karena siklon tropis dengan kategori lebih rendah pun dapat menimbulkan dampak signifikan.
Ia mencontohkan siklon tropis Senyar yang sebelumnya hanya berada pada kategori 1, namun mampu memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumatera.
Namun demikian pada Selasa (16/12/2025), BMKG menjelaskan pada pukul 07.00 WIB, Siklon Tropis BAKUNG terpantau berada di sekitar 10,8°LS – 93,2°BT di Samudra Hindia sebelah barat daya Lampung, dengan kecepatan angin maksimum sekitar 40 knot (±76 km/jam) dan tekanan udara minimum 997 hPa (kategori 1).
Diprakirakan dalam 24 jam ke depan, intensitas Siklon Tropis BAKUNG akan menurun dan menjadi kategori Low atau rendah
Pemantauan intensif terus dilakukan untuk memastikan langkah mitigasi dapat disiapkan lebih awal.
Baca juga: 3 Siklon Tropis Kepung Indonesia di Akhir Tahun 2025, Ini Kata BMKG
Selain itu BMKG juga melakukan modifikasi cuaca di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, hingga Lampung.
“Operasi modifikasi cuaca kita lakukan untuk mencegah awan-awan hujan mendekati daratan Indonesia. Jadi kalau dia mendekat, nanti awan hujan itu kita semai dengan bahan semai dari NaCl agar dia jatuh di tempat-tempat seperti di perairan, atau di laut, atau di tempat yang tidak berbahaya," ujar Faisal dalam sidang kabinet paripurna, Senin.
Sebelumnya Sumatra diterjang bencana banjir dan longsor hingga menewaskan lebih dari 1000 orang.
Selain karena faktor kerusakan lingkungan, bencana ini juga disebabkan oleh bibit siklon Senyar yang terjadi di Indonesia.
Bibit Siklon Senyar yang langka terjadi di negara khatulistiwa terjadi karena perubahan iklim yang semakin menghangat akibat kerusakan lingkungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/SIKLON-AKHIR-TAHUN.jpg)