Demo Buruh

Peneliti FORMAPPI Lucius Karus tak Habis Pikir, Anggota DPR RI Takut Temui Pendemo

Anggota DPR saat ini takut bertemu pendemo, hal ini bikin bingung peneliti FORMAPPI.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Valentino Verry
Mario Christian Sumampow
SEBUT DPR PENGECUT - Peneliti Formappi Lucius Karus menilai, Anggota DPE RI saat ini pengecut karena tak berani menemui pendemo yang berakibat tewasnya seorang driver ojol. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (FORMAPPI), Lucius Karus menilai, DPR bersikap tidak bijak dan terkesan pengecut karena tidak merespons aksi massa yang telah berlangsung pada Senin (25/08/2025) dan Kamis (28/08/2025) kemarin.

Ia mengatakan, anggota DPR RI tak ada yang berani menemui massa aksi untuk memberikan tanggapan terkait aspirasi para pendemo.

Baca juga: Janji Usut Tuntas, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri Hadiri Pemakaman Ojol Affan Kurniawan

"Respons yang muncul justru adalah pernyataan konyol anggota DPR Ahmad Sahroni yang mendukung aparat untuk menangkap pendemo yang anarkis dan di bawah umur," kata Lucius, Jumat (29/8/2025).

Menurut Lucius, tuntutan massa jelas berpusat pada DPR RI, karena berkaitan dengan tunjangan dewan yang dinilai terlalu tinggi. 

"Alasannya karena tunjangan DPR dinilai terlalu tinggi sedangkan rakyat kebanyakan sedang kesulitan secara ekonomi," ucapnya. 

Baca juga: Cerita Zulkifli Dikabari Putranya Affan Kurniawan Tewas Dilindas Brimob, Nyaris Pingsan Menuju RSCM

"Tujuan aksi demonstrasi agar tunjangan itu tak masuk akal itu dibatalkan sekaligus mendorong DPR untuk lebih peduli pada rakyat," imbuhnya.

Lucius menyayangkan DPR yang memilih menghindar dari rakyat saat menyampaikan pendapat di depan Komplek parlemen sebanyak dua kali dalam seminggu terakhir.

Ia menyebut, rapat-rapat bahkan ditiadakan agar anggota DPR RI tidak berhadapan langsung dengan massa aksi unjuk rasa.

"Bagaimana bisa DPR justru memilih untuk menghindar," ujarnya bingung. 

"Rapat-rapat ditiadakan agar anggota tidak berhadapan langsung dengan massa. Ini sungguh sebuah pilihan yang boleh dibilang agak 'pengecut'," ungkap Lucius.

Ia menegaskan bahwa aksi massa ini murni ditujukan kepada DPR, bukan pihak lain, hingga mengundang kekesalan para pendemo.

Lucius meminta DPR RI bertanggung jawab penuh untuk menghadapi tuntutan rakyat.

"Bagaimana bisa DPR sebagai wakil rakyat justru takut dengan rakyatnya sendiri," ujarnya. 

"Siapa sesungguhnya anggota-anggota DPR ini? Bagaimana bisa mereka mengaku wakil rakyat, tetapi tak mau bertemu dengan rakyat?" ucapnya.

Lucius juga mengingatkan bahwa hilangnya kepercayaan publik terhadap DPR RI sama saja dengan hilangnya legitimasi sebagai wakil rakyat. 

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved