Rabu, 17 Juni 2026

PBNU

Sinyal Suksesi Senyap PBNU: Gus Ipul Sebut Prof Nasaruddin Umar Berpotensi Jadi Ketum

Sinyal Suksesi Senyap PBNU: Gus Ipul Sebut Prof Nasaruddin Umar Berpotensi Jadi Ketum

Tayang:
ist
KETUM PBNU - Peta persaingan menuju kursi tertinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menghangat di Jawa Timur. Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, secara blak-blakan menyebut nama Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar sebagai salah satu figur paling potensial untuk menakhodai organisasi Islam terbesar di dunia tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • :Sekjen PBNU Gus Ipul menyebut Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar berpotensi kuat menjadi Ketua Umum PBNU berdasarkan rekam jejaknya sebagai mantan Katib Aam.
  • Gus Ipul membeberkan fakta historis bahwa tiga Ketum PBNU terakhir—Gus Dur, Kiai Said, dan Gus Yahya—selalu menempati posisi Katib Aam sebelum terpilih memimpin.
  • Namanya mulai ramai disebut di berbagai daerah, namun Gus Ipul dengan tegas menyatakan menolak maju atau dicalonkan, dan menyerahkan keputusan akhir pada Muktamar

WARTAKOTALIVE.COM, KEDIRI — Peta persaingan menuju kursi tertinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menghangat di Jawa Timur.

Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, secara blak-blakan menyebut nama Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar sebagai salah satu figur paling potensial untuk menakhodai organisasi Islam terbesar di dunia tersebut.

Sinyal suksesi ini dilemparkan Gus Ipul usai menghadiri apel kesiapan di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Selasa (16/6/2026), yang tengah bersiap menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026.

Pernyataan ini bukan sekadar spekulasi politik, melainkan sebuah kalkulasi historis yang matang mengenai tradisi kepemimpinan di tubuh nahdliyin selama puluhan tahun.

Dari dinamika internal PBNU ini terletak pada ketaatan organisasi dalam merawat tradisi dan "statistik" spiritualitas.

Baca juga: PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul membedah rahasia umum dalam 40 tahun terakhir, di mana posisi Katib Aam (Sekretaris Umum Dewan Syuriyah) acap kali menjadi kawah candradimuka paling sakral sebelum seorang tokoh melangkah menjadi Ketua Umum Tanfiziyah.

Nama-nama besar pemikir Islam Indonesia seperti KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Said Aqil Siroj, hingga petahana KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) memiliki satu kesamaan mutlak: mereka semua adalah mantan Katib Aam. Dan Prof Nasaruddin Umar, memegang kartu truf historis yang sama.

“Beliau salah satu yang berpotensi. Kalau kita lihat sejak zaman Gus Dur, paling tidak 40 tahun terakhir ini, tiga Ketua Umum PBNU sebelumnya pernah menjadi Katib Aam. Nah, Prof Nasaruddin Umar ini juga pernah jadi Katib Aam,” ungkap Gus Ipul.

Selain jalur Katib Aam, Gus Ipul juga menyebut dua rute legendaris lainnya: jalur Sekjen yang pernah dilewati KH Idham Chalid, serta jalur Ketua PWNU Jawa Timur yang sukses melambungkan KH Hasyim Muzadi ke puncak kepemimpinan nasional.

Pilihan Tegas Gus Ipul dan Desakan Akar Rumput di Daerah

Ketajaman konstelasi ini semakin menarik ketika Gus Ipul mengambil sikap mengejutkan dengan mengunci rapat pintu ambisi pribadinya.

Meski menjabat sebagai Sekjen dan berada di posisi strategis, pria yang akrab disapa KDM (Kawan Dekat Masyarakat) Jatim ini dengan tegas menolak ikut menari dalam pusaran bursa pencalonan.

“Saya Sekjen, tapi saya sudah menyatakan dengan jelas, saya tidak mencalonkan diri dan tidak mau dicalonkan. Dua-duanya, tidak mau mencalonkan diri dan tidak mau dicalonkan,” tegas Gus Ipul memutus spekulasi.

Kendati demikian, Gus Ipul tidak menampik bahwa gelombang dukungan untuk Prof Nasaruddin Umar dari akar rumput di berbagai daerah sudah mulai bergaung kencang.

Nama sang Menteri Agama kerap bergetar dalam diskusi-diskusi informal saat dirinya berkeliling ke sejumlah wilayah.

Meski sinyal dari Kediri ini kian benderang, Gus Ipul mengingatkan bahwa peluit akhir dan keputusan absolut mengenai siapa yang akan memimpin jutaan warga nahdliyin ke depan tetap berada di tangan para kiai dalam mekanisme suci Muktamar.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
Live
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved