Rabu, 10 Juni 2026

Berita Nasional

Setuju Saran Chatib Basri, Prabowo Akan Efisiensi  anggaran termasuk MBG 

Dewan Ekonomi Nasional Bertemu Prabowo, Bahas Risiko Kenaikan Harga Akibat Rupiah Melemah hingga Efisiensi Anggaran

Tayang:
Editor: Joanita Ary
sekretariat presiden
DEWAN EKONOMI NASIONAL --Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menggelar pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta untuk membahas berbagai tantangan ekonomi yang tengah dihadapi Indonesia. 

WARTAKOTALIVE.COM, Jakarta Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menggelar pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta untuk membahas berbagai tantangan ekonomi yang tengah dihadapi Indonesia.

Salah satu isu yang menjadi perhatian utama adalah potensi kenaikan harga barang akibat pelemahan nilai tukar rupiah yang berisiko menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.

Anggota Dewan Ekonomi Nasional, Chatib Basri, mengatakan pembahasan bersama Presiden mencakup perkembangan ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian dan dampaknya terhadap perekonomian domestik.

Menurut Chatib, pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor sejumlah komoditas dan bahan baku, yang pada akhirnya dapat mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen.

Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi sejak dini agar tidak membebani masyarakat berpenghasilan rendah.

"Yang dibahas adalah berbagai risiko ekonomi yang mungkin muncul, termasuk dampak pelemahan rupiah terhadap harga-harga. Ini tentu perlu menjadi perhatian karena bisa berdampak pada masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah," ujar Chatib usai pertemuan.

Ia menjelaskan, pemerintah berupaya menjaga stabilitas ekonomi melalui berbagai instrumen kebijakan, termasuk pengelolaan fiskal yang lebih hati-hati.

Salah satu langkah yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah mendorong efisiensi anggaran negara agar ruang fiskal tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi global.

Chatib mengatakan efisiensi anggaran diperlukan untuk memastikan program-program prioritas pemerintah tetap berjalan tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap keuangan negara.

Langkah itu juga dinilai penting untuk menjaga kredibilitas fiskal Indonesia di mata pelaku pasar.

"Karena itu, salah satu yang akan dilakukan pemerintah adalah efisiensi anggaran. Pemerintah ingin memastikan setiap pengeluaran benar-benar efektif dan memberikan manfaat yang optimal," kata dia.

Dalam pembahasan tersebut, efisiensi juga dikaitkan dengan sejumlah program prioritas pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemerintah disebut akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan pelaksanaan program agar anggaran yang dialokasikan dapat digunakan secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Menurut Chatib, fokus pemerintah saat ini bukan hanya menjaga pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan perlindungan terhadap kelompok masyarakat yang rentan terhadap gejolak harga.

Oleh karena itu, berbagai kebijakan yang diambil diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan fiskal dan kebutuhan perlindungan sosial.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved