Minggu, 26 April 2026

Berita Nasional

Hemat Energi, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Minta Siswa Jalan Kaki ke Sekolah

Hemat Energi, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Minta Siswa Jalan Kaki ke Sekolah khususnya bagi mereka yang tinggal dalam jarak dekat.

Editor: Joanita Ary
KOMPAS.com/ESTU SURYOWATI
MENDIKDASMEN -- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengimbau para siswa untuk kembali membiasakan berjalan kaki atau bersepeda ke sekolah, khususnya bagi mereka yang tinggal dalam jarak dekat. Seruan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya mendorong penghematan energi sekaligus membangun gaya hidup sehat di kalangan pelajar. 

WARTAKOTALIVECOM — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengimbau para siswa untuk kembali membiasakan berjalan kaki atau bersepeda ke sekolah, khususnya bagi mereka yang tinggal dalam jarak dekat.

Seruan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya mendorong penghematan energi sekaligus membangun gaya hidup sehat di kalangan pelajar.

Dalam pernyataannya di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta, Senin (30/3/2026), Mu’ti menekankan bahwa pilihan sederhana seperti berjalan kaki tidak hanya berdampak pada pengurangan konsumsi bahan bakar, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi kesehatan fisik siswa.

Ia menyebut, jika kondisi lingkungan dinilai aman dan nyaman, tidak ada alasan untuk tidak kembali menghidupkan kebiasaan tersebut.

Menurut Mu’ti, tren bersepeda yang sempat meningkat selama masa pandemi COVID-19 menjadi bukti bahwa perubahan perilaku masyarakat dapat terjadi dalam waktu singkat.

Kebiasaan itu, kata dia, seharusnya tidak berhenti seiring meredanya pandemi, melainkan dapat dilanjutkan sebagai bagian dari pola hidup sehari-hari yang lebih ramah lingkungan.

Lebih jauh, ia juga mendorong pemanfaatan transportasi umum bagi siswa yang tinggal lebih jauh dari sekolah.

Upaya ini dinilai dapat menekan tingkat polusi udara di perkotaan yang kian meningkat, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Di tengah dorongan perubahan kebiasaan tersebut, pemerintah memastikan bahwa proses pembelajaran tetap berlangsung secara tatap muka.

Kebijakan ini dipandang penting untuk menjaga kualitas pendidikan, terutama dalam aspek interaksi langsung antara guru dan siswa yang tidak sepenuhnya tergantikan oleh metode pembelajaran jarak jauh.

Imbauan ini menjadi bagian dari pendekatan yang lebih luas dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya keberlanjutan lingkungan.

Dengan langkah sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi publik, siswa diharapkan tidak hanya menjadi penerima pendidikan, tetapi juga agen perubahan dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau.

 

 

 

 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved