Sabtu, 11 April 2026

Lebaran

Pemuda Muhammadiyah Depok: Perbedaan Lebaran Tak Perlu Dibesar-besarkan

Pemuda Muhammadiyah Depok: Perbedaan Lebaran Tak Perlu Dibesar-besarkan

Warta Kota/M. Rifqi Ibnumasy
PERBEDAAN WAJAR -- Perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah antara Muhammadiyah dan pemerintah dinilai sebagai hal wajar yang tidak perlu diperdebatkan. Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah Beji Timur, Ikhsan Fadhilah, usai pelaksanaan Salat Id di Lapangan HW Beji Timur, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jumat (20/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pemuda Muhammadiyah Depok sebut perbedaan Lebaran hal wajar.
  • Perbedaan dipicu metode hisab dan rukyat dalam penentuan Syawal.
  • Warga diimbau jaga toleransi dan tidak mudah terprovokasi 

WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK -- Perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah antara Muhammadiyah dan pemerintah dinilai sebagai hal wajar yang tidak perlu diperdebatkan.

Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah Beji Timur, Ikhsan Fadhilah, usai pelaksanaan Salat Id di Lapangan HW Beji Timur, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jumat (20/3/2026).

Menurut Ikhsan, perbedaan tersebut hanya berkaitan dengan metode penentuan awal bulan Hijriah.

Baca juga: Ribuan Warga Muhammadiyah Salat Id di Lapangan HW Beji Depok, Khidmat dalam Perbedaan

Muhammadiyah menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sementara pemerintah mengacu pada metode rukyatul hilal.

“Itu hanya dinamika perhitungan saja, tidak perlu dibesar-besarkan,” ujarnya.

Di tengah perbedaan tersebut, suasana di lapangan tetap berlangsung damai.

Ribuan jemaah mengikuti Salat Id dengan khusyuk, tanpa adanya gesekan atau perdebatan di antara warga.

Baca juga: Wujud Toleransi Perbedaan, Banser Jaga Salat Idul Fitri Warga Muhammadiyah di Tambun Bekasi

Ikhsan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang mencoba memecah belah umat.

“Masyarakat jangan mudah terpancing isu yang bisa merusak persatuan,” tegasnya.

Senada dengan itu, salah satu jemaah, Rifqi Septian, menilai perbedaan hari raya sebagai hal biasa dalam kehidupan beragama.

“Namanya juga perbedaan, tidak harus selalu sama,” katanya.

Di tengah perbedaan yang ada, semangat toleransi justru terlihat semakin kuat.

Warga tetap saling menghormati dan menjaga hubungan baik, menjadikan Idulfitri sebagai momentum mempererat persaudaraan.

Bagi masyarakat Depok, Lebaran bukan hanya soal waktu pelaksanaan, tetapi tentang nilai kebersamaan dan saling menghargai di tengah keberagaman. (m38)

 
Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp

 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved