Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Nasional

Mahasiswa UNAS Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden

Mahasiswa UNAS menilai posisi Polri di bawah Presiden sejalan dengan amanat Reformasi 1998 untuk membangun kepolisian yang profesional dan sipil

Tayang:
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Dwi Rizki
Tribunnnews.com
POLRI - Ilustrasi. Mahasiswa UNAS menilai posisi Polri di bawah Presiden sejalan dengan amanat Reformasi 1998 untuk membangun kepolisian yang profesional dan sipil 
Ringkasan Berita:
  • Mahasiswa Universitas Nasional (UNAS) Maulana Idris Sangadji menegaskan penempatan Polri langsung di bawah Presiden merupakan amanat Reformasi 1998. 
  • Menurutnya, struktur tersebut penting untuk membangun Polri sebagai polisi sipil yang humanis, profesional, akuntabel. 
  • Ia menilai pemisahan dari militer memungkinkan Polri fokus pada keamanan dan ketertiban masyarakat serta penegakan hukum. BEM UNAS juga mendorong pemerintah segera menyampaikan hasil rekomendasi tim KPRP

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Penempatan Polri langsung di bawah Presiden merupakan salah satu tonggak utama Reformasi 1998 untuk mengoreksi tatanan Orde Baru.

Adapun amanat reformasi menginginkan Polri yang humanis, profesional, akuntabel, transparan dan berintegritas serta memiliki netralitas. 

Maulana Idris Sangadji adalah mahasiswa atau alumni dari Universitas Nasional (UNAS) menyebut pemisahan ini juga memungkinkan Polri membangun identitas yang terus diperbarui sebagai Polisi Sipil (Civilian Police), berorientasi pada hak asasi manusia (HAM) dan perlindungan warga, Polri bukan lagi pendekatan keamanan negara (state security) yang represif.

"Polri di bawah Presiden itu sesuai dengan amanat reformasi," katanya. 

Baca juga: Nino Berusaha Bangkit usai Berhari-hari Meratapi Kesedihan Meninggalnya Vidi Aldiano

Pihaknya pun mendukung posisi Polri langsung di bawah Presiden bukan sekadar masalah administrasi, tapi ini adalah upaya menjaga ruh Reformasi 1998.

"Struktur ini dirancang untuk memastikan kepolisian bekerja secara profesional, sipil, dan jauh dari bayang-bayang militerisme masa lalu," ucapnya.

Dikatakannya, Polri diharapkan dapat fokus sepenuhnya pada Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) dan penegakan hukum tanpa terikat komando militer, karena amanat reformasi adalah mengubah wajah Polri dari "penguasa" menjadi "pelayan". 

"Struktur ini akan mempermudah kontrol publik melalui Presiden," pungkasnya.

Selain itu, BEM Unas juga menekankan agar harapan semua pihak kepada Polri untuk cepat berbenah diri menjadi lebih profesional dalam tugas pokok dan fungsinya dapat segera terealisasi, maka Pemerintah dapat segera menyampaikan hasil rekomendasi tim KPRP.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved