Bencana Sumatra

Korban Tewas Bencana Sumatra Tembus 744 Jiwa, 551 Orang Hilang, BNPB Kejar Pembukaan Akses

BNPB melaporkan, hingga Selasa (2/12/2025) malam, korban meninggal dunia dalam bencana di Sumatra mencapai 744 jiwa, sementara 551 orang hilang

|
BNPB Indonesia
DAMPAK BENCANA SUMBAR - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Selasa (2/12/2025) malam, total korban meninggal dunia mencapai 744 jiwa, sementara 551 orang masih dinyatakan hilang. Data yang dihimpun BNPB hingga pukul 20.00 WIB mencatat, Aceh menjadi salah satu daerah terdampak terparah dengan 218 korban meninggal dan 227 orang hilang. 

Ringkasan Berita:
  • BNPB melaporkan 744 korban meninggal dan 551 hilang akibat bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar per 2 Desember 2025.
  • Distribusi bantuan dilakukan lewat darat, laut, dan udara. Di Aceh, operasi modifikasi cuaca dilakukan untuk memperlancar pencarian dan pembukaan akses.
  • Empat kabupaten di Aceh masih sulit dijangkau, sementara pemulihan akses difokuskan di Agam dan Padang Panjang.

WARTAKOTALIVE.COM -- Jumlah korban jiwa akibat rangkaian bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus bertambah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Selasa (2/12/2025) malam, total korban meninggal dunia mencapai 744 jiwa, sementara 551 orang masih dinyatakan hilang.

Data yang dihimpun BNPB hingga pukul 20.00 WIB mencatat, Aceh menjadi salah satu daerah terdampak terparah dengan 218 korban meninggal dan 227 orang hilang.

Baca juga: Cak Imin Tegaskan 3 Prioritas Darurat Bencana Sumatra: Logistik, Infrastruktur, Korban

Di Sumatra Utara, korban meninggal terkonfirmasi mencapai 301 jiwa, dengan 163 warga masih dicari.

Sementara Sumatra Barat melaporkan 225 korban meninggal dan 161 hilang.

Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers, Selasa (2/12/2025) malam.

Abdul menjelaskan bahwa distribusi bantuan ke wilayah terdampak berlangsung intensif melalui berbagai jalur.

Di Sumatra Utara, logistik disalurkan melalui darat, laut, dan udara guna memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi di tengah terbatasnya akses.

Sementara di Aceh, operasi modifikasi cuaca (OMC) masih dilakukan untuk menekan curah hujan yang kerap menghambat proses pencarian korban dan pembukaan akses.

“OMC membantu mempercepat operasi pemulihan, terutama membuka jalan yang tertutup material longsor maupun lumpur banjir bandang,” ujar Abdul dalam konferensi pers BNPB, Selasa sore.

Abdul mengungkapkan, masih terdapat empat kabupaten di Aceh yang belum dapat ditembus melalui jalur darat karena kerusakan parah.

Untuk itu, BNPB mengerahkan helikopter untuk mempercepat distribusi bantuan.

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Mendesak, 3 Ton Bantuan Disalurkan untuk Korban Bencana di Sumatera

“Kalau sebelumnya Aceh Tengah belum tersentuh logistik pemerintah, hari ini helikopter Caracal mulai membawa dukungan sejak pukul 10 pagi,” ucapnya.

Untuk wilayah Sumatra Barat, BNPB menyoroti pemulihan akses di Kabupaten Agam dan Kota Padang Panjang.

Dua daerah ini mengalami kerusakan infrastruktur paling berat sehingga menjadi prioritas penanganan.

“Ini menjadi fokus agar akses bisa segera dipulihkan,” kata Abdul.

Dengan jumlah korban yang terus bertambah dan akses yang masih terbatas, BNPB menegaskan seluruh unsur pemerintah terus berupaya mempercepat pencarian, pemulihan, dan penyaluran bantuan bagi masyarakat di tiga provinsi terdampak bencana ini.

Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp

Sumber: WartaKota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved