Banjir Bandang dan Tanah Longsor

Bencana di Sumatra Kian Mengerikan: 442 Warga Tewas, 402 Masih Hilang

BNPB Perbarui Data Bencana di Sumatra dimana ada 442 Warga Meninggal Dunia dan 402 Orang Masih Hilang

Editor: Joanita Ary
Istimewa/Tidak Ada
DATA BNPB -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui jumlah korban terdampak banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Hingga Minggu (30/11), korban meninggal dunia telah mencapai 442 orang, sementara 402 lainnya masih dinyatakan hilang di berbagai wilayah. 

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui jumlah korban terdampak banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Hingga Minggu (30/11), korban meninggal dunia telah mencapai 442 orang, sementara 402 lainnya masih dinyatakan hilang di berbagai wilayah.

Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto, menyampaikan bahwa Sumatra Utara menjadi provinsi dengan dampak paling parah, baik dari sisi jumlah korban maupun luasnya kerusakan infrastruktur.

Beberapa daerah di provinsi tersebut bahkan masih terisolasi karena akses jalan tertutup material longsor dan banjir yang belum surut.

Menurut Suharyanto, prioritas utama pemerintah saat ini adalah pencarian dan pertolongan (search and rescue) sekaligus pemulihan akses jalur distribusi logistik.

Ia menegaskan bahwa tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, hingga relawan lokal terus bekerja tanpa henti untuk menjangkau wilayah yang belum terdata secara menyeluruh.

“Sumatra Utara adalah daerah yang paling terdampak. Upaya pemulihan membutuhkan waktu lebih panjang karena kerusakan meluas pada permukiman, jembatan, hingga fasilitas publik,” ujar Suharyanto.

Sementara itu, kondisi di Sumatra Barat disebut lebih cepat dipulihkan, dengan beberapa titik banjir mulai surut dan jalur penghubung antarwilayah perlahan dapat dilalui.

Meski demikian, proses evakuasi dan pendataan tetap dilakukan secara ketat untuk memastikan seluruh warga terdampak tertangani dengan baik.

Di Aceh, sejumlah lokasi masih mengalami kendala distribusi bantuan karena akses terbatas dan cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.

BNPB menekankan perlunya koordinasi lintas lembaga untuk mempercepat penanganan, terutama pada masa tanggap darurat yang masih berlangsung.

Seiring terus diperbarui data korban, BNPB mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi di sebagian wilayah Sumatra dalam beberapa hari ke depan.

Pemerintah pusat juga memastikan dukungan penuh, termasuk pengiriman logistik, tenaga medis, hingga kebutuhan pengungsi yang jumlahnya terus meningkat.

Upaya pemulihan diproyeksikan berlangsung panjang, namun BNPB menegaskan bahwa seluruh sumber daya telah dikerahkan untuk meminimalisasi risiko dan mempercepat proses normalisasi di tiga provinsi terdampak tersebut.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved