Rabu, 8 April 2026

Berita Jakarta

Melalui Program Jawara, BI DKI Komitmen Percepatan UMKM Naik Kelas

Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI berkomitmen mendorong percepatan pelaku UMKM naik kelas lewat program Jagoan Wirausaha Jakarta

Wartakotalive/Miftahul Munir
Kantor Perwakilan BI DKI gelar Program Jagoan Wirausaha Jakarta (Jawara) di kantornya kawasan Senen, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DKI berkomitmen mendorong percepatan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) naik kelas melalui program Jagoan Wirausaha Jakarta (Jawara).  

Jawara merupakan program inkubasi UMKM yang dirancang secara holistik, sistematis dan berkelanjutan untuk memastikan UMKM sukses naik kelas yang sudah berjalan sejak awal 2024 lalu. 

Kepala Kantor Pewakilan BI DKI, Arlyana Abubakar mengatakan, program tersebut sifatnya holistik yang artinya tidak hanya menyentuh aspek bisnis UMKM, tapi juga aspek personal itu sendiri. 

"Selain ilmu manajemen bisnis, peserta juga diberikan mindset entrepreneurship, sesi hipnoterapi dan one on one coaching mentoring. Selain itu, kurikulum tidak hanya terbatas pada pembelajaran, tapi lebih ditekankan pada praktek bisnisnya, dengan target yang harus diselesaikan," katanya, Selasa (27/8/2024).

Arlyana melanjutkan, program ini disusun secara sistematis yang terdiri dari 5 tahap di mana setiap tahapnya peserta wajib menyelesaikan target sebagai syarat agar naik kelas.

Baca juga: Jadi Penggerak Roda Ekonomi, Pemkab Bekasi Dorong Produk UMKM Masuk Retail Modern

Program Jawara dimulai dari seleksi assessment dan interview, bootcamp, company visit, pendampingan tahap 1 sampai 3 dan terakhir adalah capacity building dan graduation.

Arlyana mengaku, materi yang diberikan antara lain mindset entrepreneurship, business model canvas, onboarding digital, manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) dan keuangan serta strategi untuk memulai ekspor. 

"Program ini juga dilakukan secara berkelanjutan dimana peserta juga terus mendapatkan pendampingan secara offline dan online, baik setelah kelas selesai maupun setelah peserta lulus program," tegasnya.

Menurut Arlyana, di bulan Februari 2024 lalu, terdapat 448 UMKM unggulan di wilayah Jakarta yang mendaftar di dalam program tersebut.

Dari hasil penyaringan, terpilih 40 UMKM untuk mengikuti rangkaian pelatihan Jawara.

"Apabila UMKM berhasil mengikuti seluruh rangkaian secara intensif dan berhasil menyelesaikan tugas serta tantangan yang diberikan seperti kenaikan omset, perbaikan manajemen keuangan dan SDM dari para pelatih, maka pada akhir tahun UMKM tersebut akan mengikuti capacity building dan graduation sebagai tanda berhasilnya mengikuti program Jawara," jelasnya.

Baca juga: Pemprov akan Gandeng UMKM untuk Dilibatkan Makan Siang Gratis Siswa di Jakarta

Dari hasil seluruh rangkaian sampai Agustus 2024, terdapat 34 peserta yang telah berhasil menyelesaikan target pengembangan usaha yang diberikan dan konsisten mengikuti rangkaian kegiatan Jawara.

Selain mendapatkan materi pengembangan UMKM secara sistematis dan komprehensif, keunggulan dari program Jawara ini adalah seluruh peserta bisa berkonsultasi dengan pelatih profesional. 

"UMKM Jawara juga memiliki kesempatan untuk berbagi dan saling memberikan masukan antar peserta terkait pengembangan bisnis masing-masing. Keunggulan program Jawara lainnya adalah adanya program bootcamp di awal rangkaian pelatihan yang dilaksanakan selama 4 hari," terangnya.

"Dan berfokus pada pembentukan mindset bisnis peserta agar dapat menjadi pengusaha yang mandiri, berdaya juang, mampu menggali potensi diri, meningkatkan jiwa bisnis, serta penguatan leadership dalam memimpin tim," tambahnya. (m26)

Baca Wartakotalive.com berita lainnya di Google News

Dapatkan informasi lain dari WartaKotaLive.Com lewat WhatsApp : di sini

 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved