Berita Video
VIDEO: Sopir Bajaj Dipaksa Push Up Gara-gara Parkir Sembarangan
Saat disatroni personel gabungan, sejumlah sopir sempat berusaha melarikan diri tapi gagal karena jumlah personel lebih banyak dan sudah mengepung mer
Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Ahmad Sabran
Personel Suku Dinas Perhubungan dan Sarlantas Jakarta Timur menghukum sejumlah sopor bajaj yang kerap parkir sembarangan dan ngetem di ruas Jalan Balai Pustaka Kelurahan Rawamangun, Pulo Gadung.
Saat disatroni personel gabungan, sejumlah sopir sempat berusaha melarikan diri tapi gagal karena jumlah personel lebih banyak dan sudah mengepung mereka.
"Sudah pak jangan ditilang, kita kan cuma mencari sesuap nasi dari narik bajaj ini. Masa pakai ditilang segala pak," pinta seorang sopir sebelum melakukan push up di Pulo Gadung, Jakarta Timur, Kamis (4/4).
• VIDEO: 200 Kendaraan Polres Jakarta Utara Disiagakan untuk Kawal Pilpres
Para sopir yang tadinya asyik menunggu penumpang sembari bercengkrama meminta personel Sudinhub dan Satlantas Polres Jakarta Timur dengan janji tak bakal mengulanginya lagi.
Meski tak sepenuhnya berhasil, mereka berhasil lepas dari jerat tilang dan melaksanakan hukuman push up yang diminta personel Dishub dan Polisi.
"Kita cuma nunggu penumpang sebentar saja pak, soalnya di tempat lain sepi penumpang. Saya janji enggak bakal ngetem sembarangan lagi," ujar sopir lainnya.
• VIDEO: JPO Pasarminggu Dibongkar Malam Ini, Pengendara Diharap Menghindar
Kasi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Slamet Dahlan mengatakan hukuman push up yang diberikan merupakan teguran agar para sopir tak parkir sembarang.
Sebagai ganti tak ditilang, personel Sudinhub dan Satlantas Polres Jakarta Timur mendata identitas para sopir guna memastikan apa mereka memenuhi janjinya. Masing-masing dari sopir bajaj dihukum push up sebanyak 50 kali.
"Tadi sudah didata, kalau nanti mereka kembali melanggar kami akan tindak dengan sangsi tilang. Di sini sudah jelas terdapat rambu parkir satu lajur, itu yang harus terus pahami mereka agar tak lagi menyebab kemacetan," tutur Slamet. (abs)