Liga Champions
Tottenham Hotspur Pertaruhkan Segalanya di Markas PSV Eindhoven
Pelatih Tottenham, Mauricio Pochettino, masih belum puas dengan performa timnya, terutama di turnamen Eropa.
TOTTENHAM Hotspur mempertaruhkan segalanya demi memetik kemenangan ketika bertandang ke markas PSV Eindhoven menghadapi laga ketiga putaran Grup B Liga Champions, Rabu (24/10/2018).
Spurs menjalani musim yang sangat baik di Liga Inggris, menempati peringkat keempat klasemen, dan hanya tertinggal dua poin dari Manchester City yang memimpin di puncak dengan mengemas 23 poin dari sembilan laga yang telah dimainkan.
Sebuah pencapaian luar biasa bagi Tottenham yang bergantung sepenuhnya kepada para pemain dalam skuad mereka musim lalu, karena tak membeli satu pun pemain baru di jendela transfer musim panas tahun ini.
Namun, Pelatih Tottenham, Mauricio Pochettino, masih belum puas dengan performa timnya, terutama di turnamen Eropa.
Harry Kane dkk belum banyak berbicara di Liga Champions meskipun sudah memasuki musim ketiga berturut-turut berlaga di Liga Champions.
Baca: Peringkat 5 Dunia Absen, Gregoria Berharap Bisa Manfaatkan Kesempatan
Prestasi terbaik pasukan berjuluk LilyWhites itu, hanya sampai di babak 16 besar ketika Spurs dikalahkan Juventus musim lalu.
Prestasi Spurs di Liga Europa pun setali tiga uang. Pada musim 2016/17, ketika tersingkir dari Liga Champions, langkah Tottenham terhenti di babak 32 besar oleh tim asal Belgia, Gent.
Musim ini, Tottenham mengawali dengan buruk dua laga pertama putaran Grup B Liga Champions, kalah berturut-turut atas Inter Milan (2-1) dan Barcelona (2-4). Spurs tercecer di peringkat ketiga tanpa memetik satu poin pun.
Peluang Tottenham untuk tetap bertahan di Liga Champions berada di ujung tanduk.
Pochettino ingin memastikan timnya memetik kemenangan dari empat laga tersisa di putaran grup ini, dimulai dengan membawa pulang poin penuh di markas PSV Eindhoven, Rabu malam ini.
"Jika kami ingin terus lanjut di kompetisi ini (Liga Champions), maka kami harus memenangi laga atas PSV Eindhoven," ujar Pochettino, seperti dikutip London Evening Standard.
Pelatih asal Argentina itu mengingatkan para pemainnya tentang kompleksitas Liga Champions sebagai kompetisi tertinggi klub-klub Eropa.
Namun, jika Tottenham ingin menjadi tim yang berambisi memenangi gelar juara, mereka harus mampu menghadapi dan menjawab semua tantangan itu.
"Jika kami tak mampu memenangi laga (dengan tekanan tinggi) seperti ini, kami tak akan pernah bisa memenangi gelar. Harus ada dorongan lebih kepada tim, kepada klub," ujarnya.
Berita Ini Juga Dimuat di KORAN SUPER BALL, Rabu (24/10/2018)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/psv-eindhoven-vs-tottenham-hotspur_20181024_110532.jpg)