Minggu, 12 April 2026

Tata Motors JELAJAH PASAR NUSANTARA 2018

Total jarak yang ditempuh tidak kurang dari 2400 Kilometer yang direncanakan berlangsung selama 20 hari.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Kendaraan Tata Super Ace HT dan Xenon HD dipakai untuk menelurusi pasar tradisional Sumatera dengan segala keunikannya sampai ke Jakarta. 

SEJAK berabad-abad lampau, pasar telah menjadi bagian integral dari peradaban manusia.

Di pasar, manusia dapat berkumpul dan berinteraksi. Tidak hanya sebagai tempat bertransaksi tawar menawar barang dan jasa, pasar juga telah menjadi tempat untuk bertukar informasi.

Bahkan menjadi tempat pertukaran berbagai kebudayaan yang dibawa masing masing pelaku di dalamnya.

Sejarah mencatat, beberapa kota bahkan terhubung karena adanya kegiatan perniagaan ini. Salah satu diantaranya adalah Jalur Sutra (Silk Road) yang terbentang dari Cina, India, Persia, Jazirah Arab hingga Eropa.

Bahkan Bangsa Belanda datang ke Indonesia awalnya karena ingin melakukan pedagangan mencari rempah. Diantaranya lada, pala, cengkeh dan lainnya.

Para saudagar rela meskipun harus menempuh berbagai rintangan untuk sampai ke pusat ekonomi rakyat ini. Tidak hanya menempuh jalur darat, juga jalur laut dan udara.

Di sejumlah lokasi terpencil, manusia bahkan harus berjalan kaki melewati gunung, sungai, lembah untuk dapat sampai ke pasar dan menukar hasil bumi mereka dengan yang lain. Di sejumlah nama daerah di Jakarta misalnya, terinspirasi dari kegiatan ini (pasar). Misalnya Pasar Minggu, Pasar Jumat, Pasar Rebo, Pasar Kemis dan sebagainya.

Berkembangnya teknologi membuat pasar kini tidak lagi memerlukan ruang, tempat dan waktu. Tumbuhnya ‘pasar’ online memungkinkan pedagang dan pembeli melakukan berbagai transaksi tanpa harus bertemu muka langsung dan dengan produk yang tidak bisa disentuh secara fisik. Produk pun beragam. Mulai dari makanan ringan, perangkat teknologi hingga jasa perawatan rambut.

Alat pembayaran pun jauh berkembang dibandingkan puluhan atau ratusan tahun lalu.

Namun, di berbagai penjuru dunia, dan juga di Indonesia, pasar tradisional tetap hidup dan berkembang dengan segala dinamikanya.

Inilah yang menginspirasi produsen mobil Tata Motors melakukan perjalanan mengeksplorasi pasar tradisional di Sumatra. Dari propinsi Aceh Nangroedarusalam hingga Ibukota Jakarta.

Berbeda dibandingkan ekspedisi atau perjalanan yang dilakukan APM sebelumnya yang umumnya menggunakan MPV atau SUV, Tata Motors Indonesia sengaja menantang dua produk niaga mereka Tata Super Ace HT dan Xenon HD untuk menelurusi pasar tradisional Sumatera dengan segala keunikannya.

Jalur yang dipilih adalah Lintas Timur yang secara tradisional dipakai sebagai jalur niaga bertahun tahun lalu.

Perjalanan dimulai dari pasar Peunayong, menuju Lhoksukon, bergerak ke Binjai, lanjut ke Pekanbaru, mampir di Jambi, Palembang, Lampung, lalu menyeberang hingga Jakarta.

Jalur ini melewati 7 propinsi. Aceh Nangroedarusalam, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Lampung.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved