Babak Baru Semenanjung Korea
Ini 6 Hal Unik dari Pertemuan Kim Jong Un dan Moon Jae In
"Kotoran seorang pemimpin mengandung informasi tentang status kesehatannya. Jelas negara tidak akan membiarkan hal itu diketahui."
PERTEMUAN tingkat tinggi antara dua pemimpin negara Korea, Presiden Korsel Moon Jae-in dengan Pemimpin Korut Kim Jong Un telah terlaksana dengan lancar pada Jumat (27/4/2018).
Pertemuan yang telah dinanti-nanti banyak pihak itu menjadi momen bersejarah karena membuka jalan bagi terciptanya perdamaian di Semenanjung Korea yang dilanda perang pada 1950-1953 hingga berakhir dengan gencatan senjata.
Namun selain agenda penting seperti berakhirnya perang dan denuklirisasi yang menjadi tujuan utama, berbagai hal unik juga terjadi dalam pertemuan tersebut.
Berikut ini enam hal unik yang terjadi selama pertemuan antara Presiden Moon dengan Kim Jong Un di Rumah Perdamaian d desa perbatasan, Panmunjom, Korsel.
1. Presiden Moon Sempat Menginjak Tanah Korut
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Antar-Korea memang dilangsungkan di wilayah Korea Selatan. Namun, saat pertama kali bertemu dengan Kim Jong Un di Garis Demarkasi Militer, Presiden Moon Jae-in sempat menginjakkan kakinya ke tanah Korut.
Momen itu tidak berlangsung lama. Sesaat setelah kedua pemimpin bertemu dan berjabat tangan, Presiden Moon bertanya pada Kim kapan dirinya bisa berkunjung ke Korea Utara.
"Saat ini Anda telah pergi ke (Korea) Selatan. Kapan kira-kira saya bisa pergi ke sana (Korea Utara)?" tanya Moon kepada Kim.
Mendengar pertanyaan dari tuan rumah, Kim pun menjawab, "Bagaimana kalau sekarang. Kita melewatinya bersama-sama".
Kemudian Kim mundur selangkah dengan menggandeng Moon dan keduanya lantas melewati garis demarkasi dari wilayah utara bersama-sama.
Baca: Ini Ungkapan Perasaan Kim Jong Un ketika Melewati Garis Perbatasan Dua Korea
2. Kim Bawa Toilet Pribadi
Hal unik ini terungkap berkat pengakuan seorang pembelot Korea Utara, Lee Yun Keol, yang melarikan diri ke Korea Selatan pada 2005. Menurut Lee, pemimpin tertinggi Korea Utara selalu membawa toilet khusus saat bepergian ke luar negeri.
Hal tersebut lantaran negara berusaha melindungi informasi rahasia terkait sang pemimpin.
"Kotoran seorang pemimpin mengandung informasi tentang status kesehatannya. Jelas negara tidak akan membiarkan hal itu diketahui," jelas Lee.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20180428-ri-sol-ju_20180428_165319.jpg)