Minggu, 12 April 2026

David Hanan Saksi Sejarah Perkembangan Perfilman Indonesia

Buku ini tidak hanya terkait dengan tradisi masa lalu, namun juga mengeksplorasi cara cara bagaimana pembuat film Indonesia membahasnya.

Penulis: | Editor: MNur Ichsan Arief
Warta Kota/Nur Ichsan
Buku ini tidak hanya terkait dengan tradisi masa lalu, namun juga mengeksplorasi cara cara bagaimana pembuat film Indonesia membahas, secara kritis, aspek khas masyarakat tradisional mereka di film layar mereka yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini yang sangat relevan denga cara yang dinamis. 

WARTA KOTA, KUNINGAN ---Buku  ini berjudul Cultural Specificity In Indonesian Film : Diversity In Unity, yang  diluncurkan oleh David Hanan membahas berbagai cara di mana beragam budaya daerah di Indonesia dan sejarah yang telah diungkapkan dalam film  sejak awal 1950-an.

Buku ini mengeksplorasi dominasi budaya yang mendasar di dalam negara yang didirikan pada akhir tahgun 1949 dengan pencapaian kemerdekaan dari penjajahan Belanda.

Buku ini tidak hanya terkait dengan tradisi masa lalu, namun juga mengeksplorasi cara cara bagaimana pembuat film Indonesia membahas, secara kritis, aspek khas masyarakat tradisional mereka di film layar mereka yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini yang sangat relevan denga cara yang dinamis.

David Hanan saat meluncurkan bukunya
David Hanan saat meluncurkan bukunya (Warta Kota/Nur Ichsan)

Launching acara buku ini dihadiri oleh sejumlah sineas Indonesia.

Para sineas itu antara lain Riri Riza, Slamet Rahardjo, Eros Djarot, Titiek Puspa, Adisurya Abdi, dan Christien Hakim.

Mereka diberikan buku tersebut sebagai rasa terima kasih telah menjadi nara sumber untuk membantu memberikan bahan materi dalam proses pembuatan buku tersebut.

Launching buku Cultural Specificity In Indonesian Film  :Diversity In Unity ini berlangsung di Kantor Sinematek, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (14/7/2017). Peluncuran buku itu dihadiri sejumlah senias dan dosen dari Australia, David Hanan.
Launching buku Cultural Specificity In Indonesian Film :Diversity In Unity ini berlangsung di Kantor Sinematek, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (14/7/2017).

David Hanan adalah seorang Ajudan Senior Research Associate Studi Film dan Screen di School Media, Film, dan Jurnalisme, Monash University, dan seabrek jabatan lainnya.

Ia telah banyak menerbitkan buku tentang film Indonesia, termasuik artikel dan buku yang diterbitkan oleh East-West Film Journal, Oxford University Press, Routledge, Hongkong UP, jurnal berbasis Cornell yang bergengsi di Indonesia, Oxford  Islamic Studies Online dan Third Text.

Selain mengajar, pengawasan dan penelitian di Monash, saat ini sebagai kurator Between Three Worlds DVD (sebuah divisi dari MAI Press) yang mendistribusikan film film Asia Tenggara secara Internasional. 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved