Kawasan Bali Mester Bakal Ditata dan Jadi Seperti Malioboro
Irwandi mengatakan, selain sebagai upaya pemberdayaan pedagang kaki lima, ditatanya kawasan itu diharapkan menjadi destinasi unggulan.
Penulis: Feryanto Hadi |
WARTA KOTA, JATINEGARA -- Pedestrian di sepanjang pertokoan Jalan Matraman Raya, Bali Mester, Jatinegara, Jakarta Timur bakal berubah wajah.
Dinas Koperasi Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta akan menyulap kawasan itu seperti suasana di Jalan Malioboro, Yogyakarta.
Kepala Dinas KUMKMP DKI Jakarta, Irwandi mengatakan, selain sebagai upaya pemberdayaan pedagang kaki lima, ditatanya kawasan itu diharapkan menjadi destinasi unggulan baru di Jakarta.
"Ini menjadi bagian penataan PKL di kawasan Bali Mester. Sebelumnya PKL di area pasar sudah tertata, sekarang bagian luarnya atau di tepi jalan. Akan kita konsep seperti kawasan Jalan Malioboro," kata Irwandi saat meninjau lokasi, Sabtu (22/1/2016).
Kondisi kawasan itu, saat ini, terbilang kumuh.
Bangunan toko mayoritas berusia tua.
Puluhan PKL di sana juga menjajakan dagangannya tanpa pengaturan yang rapi.
Mereka menyebar di depan toko, di area pedestrian.
Sampah kering juga masih terlihat di sejumlah titik.
Irwandi mengatakan, kawasan yang akan ditata sepanjang 115 meter, berada di antara akses pintu masuk dan pintu keluar Pasar Jatinegara di Jalan Matraman Raya. Pembangunan sendiri kata Irwandi akan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yakni dari Mayora Group.
Dari sisi lokasi, pedestrian tersebut terbilang strategis karena menjadi akses utama dari Pasar Jatinegara dengan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) menuju halte TransJakarta Pasar Jatinegara.
"Pada siang hari nanti akan ada pedagang seperti di Malioboro. Malam harinya nanti kita gunakan sebagai pusat kuliner. Mungkin konsepnya lesehan. Di sana nanti akan ada makanan khas betawi juga makanan umum," jelasnya.
Irwandi menambahkan, pada area depan bangunan nantinya akan ditambahkan awning. Lantai pedestrian juga akan diratakan dan dipercantik. Sejumlah bangunan toko yang rusak, juga akan diberikan bantuan biaya perbaikan. Irwandi memastikan, pedestrian tetap akan berfungsi sebagaimana mestinya.
"Untuk pedestrian berada di antara PKL dan toko. Jadi pejalan kaki lewat di tengah-tengahnya. Kalau sekarang kan tidak teratur. Banyak PKL yang jualan persis di depan toko," imbuhnya.
Kasudin KUMKMP Jakarta Timur Susan Jasmine Zulkifli menyampaikan, saat ini pihaknya bersama perusahaan swasta yang akan menjalankan program CSR masih melakukan kajian mendalam dan mematangkan konsep penataan PKL di kawasan itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/mester_20170121_165210.jpg)