Bajaj Ngetem Macetkan Jalan di Depan Pasar Cipete
Masalah baru muncul karena lokasi itu kini malah dijadikan tempat ngetem bajaj. Akibatnya, arus lalu lintas tetap saja macet.
WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Jalan raya di depan Pasar Cipete yang berlokasi di Jalan Damai, Kelurahan Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, belum sepenuhnya bisa bebas dari kemacetan.
Pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar memang sudah tak tampak lagi di bahu jalan yang terhubung ke Jalan Raya Fatmawati itu.
Namun, masalah baru muncul karena lokasi itu kini malah dijadikan tempat ngetem Bajaj.
Akibatnya, arus lalu lintas tetap saja macet.
Seperti hasil pengamatan Warta Kota, Rabu (21/9/2016), belasan Bajaj bergantian mangkal di ujung jalan, persis di pertigaan yang mengarah Jalan Raya Fatmawati.
Padahal, di lokasi tersebut telah terpasang sejumlah spanduk larangan parkir.
Tak hanya itu, di lokasi juga telah berdiri posko pengawasan bertuliskan Posko Terpadu Kelurahan Cipete Utara. Sayangnya, tidak terlihat petugas yang berjaga.
Karena Bajaj memacetkan jalan, sejumlah pengendara mobil pun menjadi geram. Berkali-kali terdengar suara klakson yang bersahut-sahutan.
Namun, sopir angkutan tiga roda itu seakan tak peduli. Mobil dan motor pun terpaksa harus lewat pelan-pelan dan bergantian.
Camat Kebayoran Baru, Fidiyah Rokhim, mengatakan, sebenarnya sekumpulan bajaj itu telah berulangkali diusir agar tidak ngetem di bahu jalan. Namun, para sopir angkot warna biru itu masih saja ngeyel.
"Iya, itu sebetulnya sudah kita tertibin. Tetapi, mereka masih bandel aja. Sudah kita dorong-dorong, apalagi kalau jam-jam sibuk. Bikin macet saja mereka itu," ujar Fidiyah kepada Warta Kota, Rabu (21/9/2016).
Dikatakan Fidiyah, sebenarnya pihaknya telah menempatkan petugas untuk menghalau para sopir angkot itu. Akan tetapi, penertiban menjadi terkendala karena petugas itu tidak setiap saat ada di lokasi untuk melakukan pengawasan.
"Ada petugas yang mobile, tetapi karena dia selalu bergerak, tiap kali nggak ada petugas, bajaj itu pada balik lagi ngetem di bahu jalan," tutur Fidiyah.
Untuk mengatasi permasalahan itu, Fidiyah berjanji akan menempatkan petugas yang selalu melekat di lokasi. Dengan demikian, diharapkan masalah kemacetan di depan Pasar Cipete akan hilang. "Petugas akan kita ploting untuk selalu ada di sana mengawasi lapangan. Kalau ada yang bandel langsung kita usir," bilangnya.
Sebelumnya, dalam upaya menghilangkan kesemrawutan di depan Pasar Cipete, pihak Kecamatan Kebayoran Baru telah melakukan sejumlah langkah. Antara lain, mendorong PKL masuk ke dalam pasar, mengarahkan setiap kendaraan untuk parkir di dalam lahan parkir pasar, memindahkan kontainer sampah ke dalam pasar, dan memasang spanduk larangan parkir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150820-bajaj_20150820_181406.jpg)