Sabtu, 11 April 2026

Bisnis Tas dan Ajarkan Semangat Kewirausahaan

Lewat produksi tas traveling, Angga Ranggana Putra (25) ingin menerapkan ilmu marketing dan bisnis yang ditimbanya di bangku kuliah.

Penulis: Ign Agung Nugroho |
istimewa
Angga Ranggana Putra sukses dengan bisnis tas yang ditekuninya. 

WARTA KOTA, PALMERAH-Ingin menerapkan ilmu marketing dan bisnis yang pernah ditimba di bangku kuliah. Hal itulah yang mendorong Angga Ranggana Putra (25), terjun dalam dunia wirausaha.

Belum genap dua tahun ini, bujangan yang akrab disapa Angga itu menggeluti usaha - memproduksi aneka tas travelling sebagai produk utama, serta kaos, jaket dan sweater sebagai produk pelengkap - dengan label BLUCK.

"Saya mencoba menerapkan ilmu saya dari universitas ke dunia nyata. S1 dan S2 saya adalah Administrasi Bisnis. Nggak lucu, lulusan bisnis, punya ilmu bisnis, dapat teori bisnis kalau nggak punya usaha," kata Angga kepada Warta Kota baru-baru ini.

Cowok kelahiran Rangkasbitung, 22 Desember 1990 itu, merintis usaha sejak September 2014. Saat itu, dia masih menyelesaikan kuliah S2, jurusan Master of Business Administration di Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Saya memilih bidang usaha ini karena saya hobi travelling. Jadi saya tahu banget, apa kebutuhan orang orang kalau mau jalan-jalan, seperti tas, celana pendek, sweater, dan kaos. Jadi sudah deh buat aja produk sendiri" kata
Angga.

Saat merintis usahanya, Angga mengaku mengeluarkan modal Rp 15 juta. Modal tersebut didapatnya dari hasil menabung saat masih bekerja di The Bank of Tokyo di Jakarta.

"Modal Rp 15 juta itu sudah semua, buat website, produk dan biaya marketing. Untuk produksi dan proses design dikerjakan di Bandung. Sementara distribusi dan gudang di Jakarta," katanya.

Untuk strategi pemasarannya, selama ini Angga menggunakan cara melalui, pameran, bazar, media sosial di instagram (@bluck_co), facebook (BLUCK) dan website di www.bluck.co.

"Selain itu saya juga pasarkan di beberapa marketplace online, seperti www.qlapa.com. Alhamdulillah
penjualan sudah ke seluruh Indonesia, dari sabang sampai merauke, dan ada juga pemesan dari mancanegara, seperti Singapura, Malaysia, Jepang dan Jerman," katanya.

"Mereka pemesan dari luar (mancanegara) tahu produk saya dari instagram. Dan konten pemasaran saya kebanyakan berbahasa Inggris," kata Angga.

Angga menambahkan, saat berinteraksi dengan konsumen dari mancanegara, iapun punya pengalaman unik.
"Pernah dulu orang Singapura beli produk tas saya, produk tas nya harganya Rp 180 ribu, tapi uang ongkir (ongkos kirim) sampai Rp 810.000. Dia tetap ngotot ingin beli, katanya dia sudah suka banget," kenangnya.

Lalu apa istimewa plus spesialnya aneka tas produk BLUCK itu sendiri?
Angga menjelaskan, nama BLUCK itu sendiri adalah singkatan dari BLUE & BLACK yang merupakan warna kesukaannya. Jadi, semua produk kreasinya, warna bahannya hanya dua, hitam atau biru. Atau paduan keduanya, atau turunan dari warna hitam dan biru. Contohnya, abu-abu, biru muda, biru laut, biru langit, dan lainnya.

"Intinya, saya bukan hanya jual tas biasa, produk saya punya karakter semua warna produknya hanya seputar hitam atau biru. Itu filosofinya," katanya.

Lebih lanjut Angga mengatakan, selain
ekslusif soal warna, tas produksinya tidak dalam volume besar. "Jadi jangan khawatir ketemu orang dijalan dengan produk yang sama. Produk baru selalu dikembangkan tiap 3 bulan sekali," katanya.

Angga-pun mengklaim tas produksinya kualitas terbaik. "Semua saya pakai bahan polyester dan canvas dengan kualitas terbaik untuk tas. Untuk sweater pakai bahan cotton terry doors. Semua aksesoris yang dipakai di tas adalah terbaik dikelasnya. Karena memang pasar yang dibidik menengah keatas," katanya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved