Penataan Pedagang Lokbin Pasar Minggu Ricuh
Kami mau dipindah, tapi pedagang minta akses jalannya diselesaikan dahulu
WARTA KOTA, PASARMINGGU - Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta bersama dengan jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melakukan penataan terhadap pedagang Pasar Lokasi Binaan (Lokbin) Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (15/11). Namun, dalam penertiban itu mendapatkan perlawanan dari pedagang yang nota bene tidak ingin dipindahkan.
Sekumpulan pedagang yang menempati lokasi parkir Lokbin Pasar Minggu berteriak-teriak tidak setuju dengan adanya penataan itu. Kericuhan itu terjadi setelah Wali Kota Jakarta Selatan, Tri Kurniadi beserta jajarannya meninggalkan lokasi penataan. Dimana, dipo sampah di dekat Lokbin Pasar Minggu dihancurkan setengah untuk jalan tembus atau angkutan umum melintasi Jalan Rajawali.
Tak hanya itu, lapak-lapak semi permanen ikut dirobohkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Karena yang diizinkan untuk berdagang adalah di dalam hanggar dengan terpal berwarna biru itu. Ada tiga lokasi yang dipersiapkan untuk pedagang. Sehingga, pedagang lebih tertata dengan baik dan tidak berantakan.
Bahkan, kebanyakan pedagang membuat tempat usahanya untuk tinggal. Ke depan, para pedagang yang sudah terdaftar dengan auto debet Bank DKI itu tidak boleh tinggal disana. Apalagi, hanggar-hanggar dibuat bangunan semi permanen karena konsepnya adalah hanggar terbuka.
Jumarno (30), pedagang ayam di lokasi parkir mengaku tidak mau dipindah ke belakang. Karena akses para pembeli sangat jauh dengan pedagang. Mereka khawatir barang dagangannya tidak laku.
"Pedagang pada umumnya tidak menuntut apapun. Kami mau dipindah, tapi pedagang minta akses jalannya diselesaikan dahulu," kata pria yang sudah berdagang tiga tahun di Pasar Lokbin itu.
Menurutnya lokasi relokasi pedagang di belakang belum dilengkapi fasilitas. Oleh sebab itu, pedagang ogah dipindahkan. Apalagi, saat ini pedagang mengaku jualannya masih sepi dan membuat omzet berdagang mereka sepi.
"Kalau kondisi masih begini masa mau dipindah. Kan disana belum ada fasilitasnya. Kami mau dipindah kalau ada akses jalannya," ucapnya.
Dia menjelaskan bahwa pedagang sudah mati-mati menghidupkan Lokbin Pasar Minggu setelah ditertibkan ketika berdagang di Jalan Raya Pasar Minggu. Namun, kini Pemerintah semena-mena ingin memindahkan para pedagang dengan semaunya.
"Pak saya dulunya pedagang kaki lima. Kami disini berjuang hampir tiga tahun untuk pasar ini ramai. Masa setelah ini kita mau dipindah. Baru saja punya langganan," ucapnya.
Masih Banyak Pedagang Inpres
Hal senada diungkapkan Sami (42) pedagang sayur. Menurutnya pedagang Lokbin Pasar Minggu hanya bisa mendapatkan penglaris pada siang sampai sore hari.
Hal ini dikarenakan masih banyak pedagang yang berjualan di luar. Seharusnya pemerintah menertibkan pedagang yang ada di luar. "Saya sudah coba berdagang di belakang sana. Tapi ngga laku. Bahkan barang-barang sampai busuk," ucapnya.
Dia berharap pemerintah lebih arif dan bijaksana dalam menata pedagang. Karena pedagang adalah rakyat kecil yang harusnya dibina. Mendengar teriakan warga, Kadis KUMKMP DKI, Irwandi mencarikan jalan tengah. Sebelum ada akses jalan pedagang masih bisa berjualan disana. Namun, kalau sudah ada dan tidak mau dipindah maka akan segera ditertibkan.
"Nanti kalau bapak dan ibu ngga mau pindah kita gusur dan usir," ucap Irwandi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20151115-pasar-minggu_20151115_182854.jpg)