Kamis, 9 April 2026

Pedagang Pasar Manggis Mengeluh Sepi Pembeli

Padahal, fasilitas di dalam pasar yang dahulu kumuh itu dibilang cukup lengkap. Seperti layanan kesehatan serta perpustakaan

Warta Kota/bintang pradewo
Gedung Pasar Manggis di Setiabudi, Jakarta Selatan difungsikan setelah direhab. Berbagai fasilitas disediakan di dalam gedung pasar, salah satunya puskesmas. 

SETIABUDI, WARTA KOTA- Hampir selama delapan bulan sebelum diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), para pedagang pasar rakyat di Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (19/8) mengalami kerugian.

Pasalnya, pasar dengan dua tingkat dan dibangun seperti pasar modern sangat sepi dari pengunjung.

Padahal fasilitas di dalam pasar yang dahulu kumuh itu dibilang cukup lengkap. Seperti layanan kesehatan serta perpustakaan bagi anak-anak yang ingin membaca.

pasar manggis

Dahulunya, pasar itu hanya ada lantai dasar sehingga pembeli dengan gampang menghampiri pedagang.

Kini, meski sudah dilengkapi dengan anak tangga, para pengunjung malas untuk menuju ke lantai dua  tempat para pedagang alat-alat dan service perabotan elektronik berada.

Hal ini diungkapkan, Santoso (22), salah seorang pedagang pompa yang mengeluhkan sepi pengunjung di Pasar Manggis. Pendapatannya pun menjadi tidak menentu, dan cenderung turun.

"Orang-orang malas naik ke lantai dua. Kan kasihan orang tua mau Service pompa harus ngangkat-ngangkat ke lantai 2," kata pria yang baru sekitar lima tahun berjualan di Pasar Manggis itu kepada Warta Kota.

Menurutnya kebanyakan pedagang di lantai 2 pada menutup kiosnya. Bahkan, ada salah satu pedagang basah yang rela menyewa kios di lantai dasar untuk mendapatkan untung. Padahal, pedagang itu sudah memiliki kios di lantai 2.

"Kita diundi dan dapatnya kios di lantai 2. Banyak kios yang nutup karena sepi," tuturnya.

Hal berbeda dirasakan Ucin (63), penjual jasa service televisi di lantai 2 Pasar Manggis. Menurutnya, kini pendapatannya tidak menentu karena sepinya pembeli.

"Kalau dulu sehari bisa ngantongin Rp 200.000, tapi sekarang nggak nentu nih. Kadang dapat, kadang nggak ngantongin duit. Cuman habis buat ongkos saja," tuturnya.

Dia menjelaskan pedagang yang banyak pembelinya ada di lantai dasar sehingga dia meminta PD Pasar Jaya memperhatikan nasib mereka.

"Jika dibandingkan saat dagang di bawah bisa dibilang rugi total kami," kata dia.

Berdasarkan data yang diperoleh Warta Kota, jumlah tempat usaha yang ada di Pasar Manggis ada 384 tempat yang terdiri 108 kios dan sisanya los. Pedagang yang masih aktif ada 357 tempat usaha dan yang batal ada 27 tempat usaha.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved