SMK Arjuna Bantah 12 Guru Mengundurkan Diri
Yayasan Nursyamsi yang mengelola SMK Arjuna membantah bahwa 12 guru mereka mengundurkan diri atau dipecat.
Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Lucky Oktaviano
WARTA KOTA, DEPOK - Yayasan Nursyamsi yang mengelola SMK Arjuna membantah bahwa 12 guru mereka mengundurkan diri atau dipecat.
Seperti diketahui karena tidak hadirnya 12 guru ini di sekolah dalam beberapa terakhir, ratusa siswa SMK Arjuna protes karena diduga ke 12 guru mereka telah hengkang dari sekolah.
Agus Purwanto, juru bicara Yayasan Nursyamsyi, mengatakan sampai kini pihaknya tidak menerima pengunduran diri dari 12 guru yang dimaksus.
Selain itu, kata Agus, belum ada pula SK pemecatan kepada ke 12 guru itu dari kepala sekolah.
"Nah, jadinya ini masalah miss komunikasi saja. Keluarnya 12 guru itu hanya isu," kata Agus di SMK Arjuna di Jalan Pitara, Cipayung, Depok, Jumat (5/9/2014).
Namun Agus mengakui ada perbedaan pendapat antara pihak yayasan dengan ke 12 guru terkait sistem penggajian baru. Untuk itu pihaknya akan mencoba kembali merangkul ke 12 guru yang dimaksud dan menyamakan persepsi.
"Kami akan rangkul ke 12 guru ini lagi," kata Agus.
Seperti diketahui, ratusan siswa SMK Arjuna di Jalan Pitara, Cipayung Depok berunjuk rasa di halaman sekolah, Jumat (5/9/2014) siang.
Mereka menuntut pihak sekolah atau yayasan, tidak mengebiri gaji guru yang menyebabkan 12 guru mereka berniat hengkang atau keluar dari sekolah.