Duh, Pantai Publik Marunda Banyak Sampahnya
Ratusan pengunjung memadati pantai publik Marunda di RW 07 Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Lucky Oktaviano
WARTA KOTA, JAKARTA - Ratusan pengunjung memadati pantai publik Marunda di RW 07 Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.
Namun sayang, pantai yang menjadi salah satu objek wisata dari 12 destinasi wisata pesisir ini sangat memprihatinkan.
Meski demikian, para pengunjung yang datang ke lokasi ini tetap merasakan kenikmatan berekreasi.
Pengamatan Warta Kota di lapangan, untuk menuju lokasi ini pengunjung bisa masuk melewati dua akses, yakni jalan setapak melalui permukiman warga di RT 03/07 dan jembatan bambu darurat di wilayah RT 06/07. Kondisi kedua akses jalan ini sangat memprihatinkan.
Di permukiman warga dipenuhi bebatuan dan gundukan pasir, sementara jembatan bambu tampak reyot.
Para pengunjung harus berhati-hati bila melewati jembatan yang memiliki panjang 30 meter dan lebar tiga meter ini. Sebab di setiap tepinya tidak dipasangi pembatas, sehingga sangat membahayakan pengunjung saat berjalan di jembatan tersebut.
Fasilitas di pantai ini juga masih apa adanya. Hampir semua fasilitas yang ada di sana telah dikelola oleh warga sekitar seperti tempat makan, toilet, parkir sampai wisata perahu.
Belum terlihat ada tangan pemerintah selain peninggian sebuah tanggul yang dibangun untuk menahan air rob pada tahun 2008.
Iwan (32), salah seorang pengunjung, mengungkapkan, pantai publik Marunda kian memprihatinkan. Hal ini sebagaimana terlihat saat hendak masuk ke pantai ataupun tiba di pantai.
"Jembatannya mulai reyot dan pantainya juga banyak sampahnya, setahu saya beberapa tahun lalu tidak seperti ini," ujar warga Jalan Villa Bekasi Indah RT 04/01 Desa Jejalen Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi pada Minggu (3/8/2014).
Meski Iwan bukan warga Jakarta, namun ia sangat menyayangkan Pemerintah tidak turun tangan untuk membenahi fasilitas yang ada. Padahal potensi wisata di sana cukup besar.
"Libur lebaran saja sudah penuh banget pengunjungnya, sampai ribuan orang. Dibandingkan hari ini, pas libur Lebaran pertama lebih banyak pengunjungnya," ujar Iwan yang mengaku sudah mengunjungi lokasi ini dua kali dalam sepekan.