Sabtu, 11 April 2026

Siswa SD di Bogor Belajar di Rawa Sedalam 2 Meter

Situ Ciriung kini mengerikan. Lahannya sudah berubah jadi sekolah. Ada dua sekolah berdiri di situ.

Editor: Suprapto

WARTA KOTA, PALMERAH— Situ Ciriung kini mengerikan. Lahannya sudah berubah jadi sekolah. Ada dua sekolah berdiri di situ. Salah satunya berdiri di dekat rawa yang tingginya dua meter.

Dua sekolah itu antara lain SMP/SMA Mardi Waluya dan SDN Ciriung 4.

Situ Ciriung ini terletak di Kelurahan Cirimekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Selain itu masih ada sisa lahan kosong disitu. Rencananya akn dibangun mall. Tapi entah kapan, sebab pihak kedua sekolah masih menolak.

Tadinya saat masih berfungsi luas Situ Ciriung mencapai 20 hektar. Tapi kini berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum, luas Situ Ciriung hanya 9,5 hektar. Situ Ciriung ini sebenarnya berada di dua sisi Jalan Mayor Oking.

Rahmat (45), salah seorang warga yang rumahnya dipinggir Situ Ciriung, mengingat dari cerita kakek-neneknya dulu Situ Ciriung ini bersatu. Tapi kemudian lantaran ada pembangunan jalan di Jaman Belanda, Situ itu jadi terbelah dua.

Kini jalan yang membelah kedua situ itu bernama Jalan Mayor Oking. Separuh Situ yang masih berfungsi ada disisi jalan sebelah Selatan. Sedangkan separuh Situ yang sudah kering berada disebelah utara Jalan Mayor Oking.

Di bagian Situ sebelah utara itulah dua sekolah berdiri. Setiap hujan lahan bekas situ itu merepotkan kedua sekolah. Sebab jadi banjir. selalu banjir. Saat tak hujan lahan juga selalu basah, karena ada air merembes dari situ di sebelah selatan.

Makanya pihak Mardi Waluya membangun gorong-gorong disekeliling sekolah. Agar air tertampung di gorong-gorong sedalam dua meter itu.

Sedangkan kondisi SDN Ciriung 4 lebih mengerikan lagi. Disamping sekolah ada rawa-rawa. Dalamnya mencapai 2,5 meter. Ada satu bangunan tak terpakai karena tergerus rawa. Lalu setiap hari, saat jam istirahat siswa kerap bermain di sekitar rawa-rawa itu.

Hendra Kusuma (29), Guru SDN Ciriung 4, menceritakan, tadinya SDN Ciriung 4 tak berada di lahan rawa itu. Tapi di pinggir jalan. Persisnya di tempat yang kini dibangun Ramayana Cibinong.

Pembangunan Ramayana Cibinong itu yang kemudian menggusur SDN Ciriung 4. "Sekitar tahun 1996 pembangunan Ramayana. Lalu pemerintah memindah SDN Ciriung 4 ke lahan bekas situ itu," kata Hendra akhir Februari 2014 lalu. Kini siswa justru belajar di tengah bahaya. Setiap siswa bermain guru selalu was-was ada siswanya tercebur ke rawa sedalam dua meter itu.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved